Warna dalam Dunia Computer – WARNA(2)


Warna dalam system computer sangat berbeda. Anda tidak hanya menemui warna-warna sebagaimana yang anda temui dalam dunia nyata. Warna digital akan mampu memberikan nuansa warna yang lebih luas lagi yang berjumlah jutaan.

Sebelum anda mulai bekerja dengan warna pada dunia computer, anda perlu untuk mengenal beberapa model warna yang ada dalam dunia computer. Sebagai representasi dari program gambar computer, akan kami cuplikkan dua kutub yang berbeda, yaitu program gambar berbasis bitmap dan program gambar berbasis vector.

Untuk program gambar berbasis bitmap kita ambil contoh Adobe Photoshop, sedangkan program gambar yang berbasis vector kita ambil CorelDRAW.
Dalam Photoshop kita mengenal dua model warna, yaitu additive color dan substractive color. Berikut ini adalah penjelasan tentang keduanya.

Additive Color (RGB)

Warna additive dibuat dengan bersumber pada sinar. Sebagai contoh yang mudah adalah bola lampu yang memancarkan sinar yang secara umum disebut sinar putih. Namun jika lampu itu kita letakkan di belakang kaca berwarna biru maka cahaya yang memancar seolah berwarna biru. Demikian juga ketika lampu tersebut kita letakkan di balik kaca berwarna merah maka seolah-olah lampu tersebut memancarkan warna merah. Spotlight panggung pertunjukan juga menerapkan konsep demikian. Warna-warna yang berbeda dihasilkan dari filter yang dipasang di depan sumber cahaya.

Pesawat televise dan monitor computer juga menggunakan system yang sama, yaitu additive color. Sumber cahaya dari kedua alat tersebut difilter dengan komponen warna merah, hijau, dan biru atau sering kita sebut RGB (Red, Green, Blue). Ketiga warna itu selanjutnya akan menghasilkan spectrum warna yang dapat kita tonton, baik itu monitor CRT (Cathode Ray Tube), Liquid Crystal Display (LCD) maupun TV Plasma.

Kombinasi antara 3 komponen warna, yaitu Red, Green, dan Blue yang dimaksimalkan (diberi intensitas yang maksimal) maka akan memberikan warna putih. Sebaliknya jika ketiga komponen warna ini kita kombinasikan dan intensitasnya kita kurangi hingga menjadi nol maka akan menghasilkan warna hitam. Ini sama halnya seperti jika kita menutup sumber cahaya akan menghasilkan kegelapan.

Sinar dipancarkan lansung ke mata kita dari monitor maupun TV , baik dari sumbernya maupun yang telah melewati filter warna. Secara teori, pengaturan variasi dari komponen ketiga warna tersebut tergantung pada keterbatasan peralatan yang dimiliki monitor atau TV itu. Itulah yang membedakan kemampuan TV yang menghasilkan warna yang sejuk di mata dengan tonasi warna yang luas sedangkan yang lain ada yang mampu memberikan tampilan warna yang kuat dengan perbedaan warna yang mencolok antara satu dengan yang lainnya.

Oleh karena komponen warna terdiri dari Red, Green, dan Blue maka konsep warna tersebut dikenal dengan nama RGB baik pada program gambar Photoshop, CorelDRAW, maupun program gambar yang lainnya.

Additive color ini biasanya digunakan untuk pengaturan tampilan warna pada monitor misalnya pada desain web dan slide show.\

Substractive Color

Warna substractive secara umum adalah warna yang dapat dilihat oleh mata kita karena mampu memantulkan cahaya. Jadi warna yang kita lihat bukanlah merupakan sumber cahaya yang dipancarkan oleh benda tersebut melainkan hanyalah pantulan dari sumber cahaya yang lain. System warna ini banyak digunakan pada system printing atau percetakan.

Contohnya, warna pakaian seseorang adalah biru. Ini berarti bahwa semua spectrum warna diserap oleh material dari pakaian tersebut kecuali warna biru yang dipantulkan kembali ke mata kita.

Dalam program gambar, Photoshop misalnya, ada beberapa system warna substractive yang sering dipakai. Di antaranya adalah sebagai berikut.

CMYK

CMYK merupakan kepanjangan dari warna-warna penyusun komponen warna tersebut yaitu Cyan (biru muda), Magenta (merah muda), Yellow (kuning), dan Black (hitam). System warna ini banyak dipakai pada percetakan offset, printer computer, dll.
Pada system warna ini, bisa dikatakan kebalikan dari system RGB. Jika 3 komponen CMY digabungkan dengan intensitas maksimum akan menghasilkan warna hitam. Namun jika kombinasi 3 komponen CMY digabung dan intensitasnya dikurangi hingga menjadi nol maka akan kita peroleh warna putih. Warna K atau black biasa digunakan untuk memberikan efek hitam yang glossy dan pekat. Selain itu, warna K atau black juga dipakai untuk penghematan tinta warna pada proses percetakan.

HSL

Model warna ini mendefinisikan warna berdasarkan Hue, Saturation, dan Lightness (HSL). Lightness merepresentasikan level putih atau gelap terang warna. Semakin tinggi nilainya maka warna akan semakin cerah (putih). Intensitasnya diberikan pada range 0 sampat 100.

Saturation merepresentasikan ketajaman atau kepudaran suatu warna. Saturation diukur dalam presentase 0 sampai 100. Semakin tinggi nilainya maka warna tersebut akan semakin tajam.
Hue merepresentasikan nilai pigmen warna yang diukur dalam satuan derajat mulai dari 0 sampai 359. Sebagai contoh 0 merepresentasikan warna merah (Red), 60 merepresentasikan warna kuning (Yellow), 120 merepresentasikan warna hijau (Green), 180 merepresentasikan warna biru muda (Cyan), 240 merepresentasikan warna biru (Blue), dan 300 merepresentasikan warna merah jingga (Magenta).

Jika digambarkan dalam sebuah grafik maka akan membentuk suatu bangun ruang berupa kerucut.

LAB

Merupakan kepanjangan dari Luminance, A, dan B. Luminance adalah unsure untuk mengukur kecerahan (lightness) warna. A adalah komponen warna kromatik yang merepresentasikan nilai dari warna hijau ke merah. Sedangkan B adalah komponen kromatik yang merepresentasikan nilai dari warna biru ke kuning.

Luminance diukur dengan presentase mulai dari 0 sampai 100. Semakin besar nilainya maka warna tersebut akan semakin cerah. Sedangkan A dan B diberikan nilai dari -127 sampai 128. Ini artinya ada 256 macam warna yang bisa diberikan oleh satu komponen A atau B.

This entry was posted in Art, Design and tagged , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s