WARNA


Warna merupakan pelengkap gambar serta mewakili suasana kejiwaan pelukisnya dalam berkomunikasi. Warna juga merupakan unsure yang sangat tajam untuk menyentuh kepekaan penglihatan sehingga mampu merangsang munculnya rasa haru, sedih, gembira, mood, atau semangat, dll.

1. Memahami Kekuatan Warna

Secara visual, warna memiliki kekuatan yang mampu mempengaruhi citra orang yang melihatnya. Masing-masing warna mampu mempengaruhi citra orang yang melihatnya. Masing-masing warna mampu memberikan respons secara psikolgis. Molly E. Holzshlag, seorang pakar tentang warna, dalam tulisannya “Creating Color Scheme” membuat daftar mengenai kemampuan masing-masing warna ketika memberikan response secara psikologis kepada pemirsanya sebagai berikut.

• Merah : kekuatan, bertenaga, kehangatan, nafsu, cinta, agresifitas, bahaya.
• Biru : kepercayaan, konservatif, keamanan, teknologi, kebersihan, perintah.
• Hijau : alami, kesehatan, pandangan yang enak, kecemburuan, pembaruan.
• Kuning : optimis, harapan, filosofi, ketidakjujuran/kecurangan, pengecut pengkhianatan.
• Ungu : spiritual, misteri, keagungan, perubahan bentuk, galak, arogan.
• Orange : energy, keseimbangan, kehangatan.
• Coklat : bumi, dapat dipercaya, nyaman, bertahan.
• Abu-abu : intelek, futuristic, modis, kesenduan, merusak.
• Putih : kemurnian/suci, bersih, kecermatan, innocent (tanpa dosa), steril, kematian.
• Hitam : kekuatan, seksualitas, kemewahan, kematian, misteri, ketakutan, ketidakbahagiaan, keanggunan.

2. Memahami Teknik Warna

Semua orang menyukai warna. Warna bahkan dapat mempengaruhi kejiwaan seseorang. Ketika kita hendak membeli pakaian, kita selalu memilih dan membandingkan warna. Warna juga menjadi salah satu bahan pertimbangan saat kita hendak mengecat dinding ruangan kita. Jelaslah bahwa warna dipakai dalam semua segi kehidupan kita. Hal ini membuktikan bahwa warna menjadi sesuatu yang berarti dalam kehidupan manusia.
Dalam seni rupa, warna merupakan unsure yang sangat penting karena warna bisa menjadi alat untuk berekspresi. Bicara tentang warna, banyak sekali ilmu yang bisa kita pelajari darinya. Berikut ini beberapa teori tentang warna.

Teori Sir Isaac Newton
Dari percobaannya, Newton menyimpulkan bahwa apabila dilakukan pemecahan warna dari spectrum dari sinar matahari maka akan kita peroleh warna merah, jingga, kuning, hijau, biru, nila, dan ungu. Warna-warna ini dapat kita jumpai saat terjadinya pelangi.

Teori Kesehatan
Semua warna yang dapat ditangkap oleh mata kita adalah warna pokok.

Teori Brewster
Warna pokok (primer) adalah warna yang bisa berdiri sendiri dan bukan merupakan warna hasil pencampuran dari warna lain. Sedangkan warna yang merupakan pencampuran dari dua warna pokok disebut warna sekunder. Warna pokok terdiri dari warna merah, kuning, dan biru. Sedangkan warna sekunder adalah warna hijau, jingga, dan ungu. Warna hijau dihasilkan dari pencampuran warna biru dan kuning. Warna jingga diperoleh dari pencampuran warna merah dan kuning, sedangkan warna ungu diperoleh dari pencampuran warna merah dan biru.
Warna yang diperoleh dari pencampuran antara warna primer dan warna sekunder disebut warna tersier. Rumus yang diperoleh dari teori Brewster tersebut kemudian dilanjutkan oleh Herbert Ives untuk kemudian menciptakan lingkaran warna. Teori tersebut sekarang banyak diikuti orang terutama mereka yang berkecimpung di dunia seni rupa.

===== to be continued ====

This entry was posted in Art, Design and tagged , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s