Ada Apa dengan “Ngapep”


Di dalam Lab B301, seperti biasanya, suasana begitu ramai dipenuhi warga lab yang sedang mempersiapkan proposal Tugas Akhir. Para warga menunggu kedatangan dosen pembimbing, Pak Affandi. Tiba-tiba seseorang dari e46 datang dan berkata, “Hoee.. pak affandi engko sore nyang Jepang.. ayo sopo sing pengen njaluk tanda tangan proposal TA??”

“Heh, ojo ngapep kowe.. tak saduki kowe engko.. proposalku durung mari ndeng…”, kataku kepada kawanku tersebut.

Sebenarnya apa sih arti kata ngapep? Bahasa dari manakah itu?? Ceritanya ada di baris bawah…

Ngapep sebenarnya berasal dari bahasa pergaulan kelas IPA-1 SMUBOY angkatan 2006. Diambil dari nama seorang teman saya yang bernama Afif. Artinya ngapusi atau berbohong. Gimana ceritanya, afif kok artinya berbohong?? Nah, cerita lebih detil ada di paragraf berikutnya. Hehehehehe😀

Di dalam pergaulan sehari-hari kami, anak-anak IPA-1, seringkali kami memakai kata kerja dari kata benda yang sudah ada. Misalkan kalo saya makan nasi pecel, bahasa kesehariannya mecel, kalo mau makan soto berarti nyoto, kalo mau berwisata ke gua pasir, kami menyebutnya masir.

Nah, dari sinilah asal kata ngapep. Salah satu kawan saya yang bernama afif, kebetulan dia sebangku dengan saya di kelas 2 SMA, sering sekali membual. Setiap perkataan dan cerita-cerita yang dia publish ke temen-temen nggak ada yang bener. Semuanya hanyalah bualan belaka. Oleh karena itulah, teman saya ini terkenal sebagai pembual.

Kebiasaan orang Jawa adalah tidak suka mengucapkan huruf konsonan “ef” atau “ve”. Mereka lebih suka menggunakan huruf “pe”. Misalkan kata fakir jadi pakir, maaf jadi maap, faham jadi paham, dan afif jadi apip. Selain itu, kebiasaan orang jawa sering mengucapkan vokal “i” di akhir menjadi “e” seperti pada pengucapan mewah. Sehingga kata afif berubah menjadi apep.

Dari situlah muncul satu istilah baru yang bernama NGAPEP. Ngapep adalah kata kerja yang berasal dari kata benda yaitu nama seseorang yaitu afif yang mempunyai kecenderungan suka berbohong. Oleh karena itu, kata ngapep bisa diartikan sebagai berbohong atau ngapusi.

Pada awalnya, istilah ini hanya berkembang di kalangan anak-anak IPA-1 angkatan 2006 saja. Selama sekitar 2 tahun, yaitu dimulai dari kelas 2 SMA hingga 3 SMA, perkembangan istilah ini tidak pernah keluar dari kawasan kelas IPA-1. Mungkin sesekali terucap oleh anak-anak IPA-1 angkatan 2007 yang notabene pacaran dengan anak IPA-1 2006.

Dua tahun setelah lulus dari SMA, praktis istilah ini tidak pernah digunakan. Istilah ini digunakan hanya ketika reuni dan kumpul bareng anak-anak IPA-1 setiap bulan puasa dan lebaran. Istilah ini baru mulai berkembang dan menular ketika aku mulai masuk Lab. Kebetulan di Lab ada kawan saya yang punya nama sama, afif. Namun keduanya memiliki sifat yang sama sekali berbeda. Setiap saya bertemu dengan afif, saya selalu memanggilnya nama apep. Maklum, lidah saya lidah jawa tulen. Paleng enak manggil apep daripada afif. Hehehehehehe😀

Setelah banyak anak 2006 yang masuk ke lab, perlahan namun pasti, kata-kata basa tulungagungan yang telah melekat di lidah saya perlahan mulai menular ke teman-teman lab saya. Mulai dari kata peh, poh, joh, damen, suwal, dll. mulai diucapkan oleh kawan-kawan telkom saya. Tak terkecuali istilah ngapep yang artinya berbohong. Istilah ini begitu populer di kalangan warga lab 301 khususnya angkatan 2006 telkom.

Bahkan dalam perkembangannya, muncul istilah-istilah baru yang mengadopsi terbentuknya kata ngapep, seperti mbojes yang artinya bertingkah nggak jelas, ngubed yang artinya menyendiri, ndidit yang artinya mempergunjingkan orang di plurk, dan sebagainya.

Yah, itulah sedikit kisah terciptanya istilah ngapep yang populer di kalangan anak-anak telkom 2006 khususnya yang sering nongkrong di lab 301. Mohon maaf kalo ada yang merasa tersinggung. heheheheh..😛

This entry was posted in Catatan Kehidupan, Dunia SMUBOY and tagged , , . Bookmark the permalink.

10 Responses to Ada Apa dengan “Ngapep”

  1. didit satriyadi says:

    haha.. kamu itu lucu yun..

    • almaadin says:

      Terima kasih pak…
      mohon maaf kalo ada kata2 yang kurang berkenan…
      hanya tulisan guyonan yang saya salurkan lewat blog..
      hehehehehe…😀

      • didit satriyadi says:

        eh, ibu saya juga asli tulungagung, rumah mbah saya masih di jl.dr.sutomo karangwaru dulu depannya bidan fauziah.. sodara2 saya masih banyak di sana, *jangan-jangan kita sodara*? (haha)

        • almaadin says:

          loh.. iya kah??? ternyata… tapi saya asli Jawa pak.. kalo bapak kan dilihat dari namanya sudah mencerminkan orang Bali.. hehehehe…
          kalo saya runut, ternyata emang kita sodara pak.. tunggal mbah.. mbah Adam.. hehehehhehe😀

  2. Godas says:

    hahahaha juh suwal we yun..

    • almaadin says:

      heh, nyapo aq i.. aq mbiyen setahun diapipi karo apep og.. tapi aq mek ya yo ae… lha sing dicritakne aq ndak ngerti og.. hehehehee..
      lek saiki arep ngapep, yo genti tak apipi… wes pengalaman aq saiki.. hahahahaha..

  3. Shanti says:

    owalahh…jek tas mudeng saiki artine ngapep… arek2 podo ngomong, ngapep… ngapep… tak pikir opo.

    berarti semua yang namanya Afif juga suka ngapep?? *ouppss*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s