Warnet, Apakah Nasibmu akan Sama seperti Wartel??


Masih teringat dengan sangat jelas. Di tahun 2000an, wartel atau warung telekomunikasi menjamur di mana-mana. Wartel di masa itu menjadi sebuah bisnis telekomunikasi yang begitu menggiurkan. Ketika itu, dalam sehari pemilik wartel bisa menerima pelanggan hingga puluhan orang. Saat itu, handphone masih menjadi barang yang mewah bagi sebagian besar orang di Indonesia. Orang lebih senang menggunakan jasa wartel untuk berkomunikasi dengan sanak saudara dibandingkan dengan media lain seperti surat pos, internet, handphone, dll.Pada masa itu, wartel menjadi primadona sarana telekomunikasi karena beberapa alasan berikut.

  • Murah. Jika dibandingkan dengan handphone, wartel jauh lebih murah tarifnya. Tanpa harus pasang dan berlangganan telepon rumah, orang-orang bisa berkomunikasi dengan sanak saudara yang berjauhan. Masih ingat juga, dulu handphone monochrome+monophonic Nokia 3315 masih seharga 1jt-an dan kartu perdana seharga 100rb (tanpa pulsa).
  • Cepat. Jika dibandingkan dengan surat melalui pos, orang lebih suka berkomunikasi dengan wartel karena dapat berkomunikasi secara realtime. Beda dengan surat yang harus menunggu sekitar satu minggu lebih untuk mendapatkan balasan suratnya.

Namun keadaan sekarang dengan 10 tahun yang lalu jauh berbeda. Dulu wartel yang menjamur di mana-mana, kini sudah banyak yang gulung tikar. Pelanggan yang dulu sehari bisa mencapai puluhan orang, sekarang satu hari 5 orang saja sudah bagus. Sebagian besar orang sudah beralih ke handphone. Handphone sudah menjadi sebuah kebutuhan primer bagi sebagian orang, dan sekarang, handphone bukan menjadi barang yang mewah. Tukang becak pun sudah pegang handphone.

Sungguh perkembangan yang luar biasa cepat. Kini wartel telah tergeser oleh perkembangan handphone yang luar biasa. Bahkan telepon rumah pun sekarang sudah mulai tergeser dengan kehadiran teknologi mobile ini.

Bagaimana dengan warnet???

Warnet atau warung internet memang akhir-akhir ini sedang menjamur di mana-mana. Nggak tanggung-tanggung, di beberapa wilayah, jarak 10m sudah dapat ditemui warnet di pinggir-pinggir jalan.

Booming warnet ini tidak lain karena juga perkembangan trend kehidupan manusia akan kebutuhan telekomunikasi dan informasi. Hal yang paling signifikan dalam mempengaruhi perkembangan warnet ini adalah situs social networking atau jejaring sosial seperti friendster dan facebook. Sebagian besar pengguna internet yang saya temui, mereka rata-rata membuka situs jejaring sosial ketika mengunjungi warnet. Walaupun datanya nggak valid. hehehehehe😀

Namun keadaan sekarang juga sudah berkembang jauh. Kalau dulu, komputer menjadi barang yang mewah, sekarang komputer sudah menjadi kebutuhan sekunder. Bahkan untuk mahasiswa, komputer menjadi kebutuhan primer. Tidak hanya dekstop, laptop sudah menjadi kebutuhan yang luar biasa penting bagi mahasiswa. Bahkan, seorang mahasiswa bisa mempunyai sebuah dekstop dan sebuah laptop.

Akses internet yang dulu hanya bisa pake jaringan wired, sekarang udah bisa diakses pake wireless. Entah itu pake teknologi wireless IEEE 802.11 atau yang biasa disebut dengan wifi ataupun dengan menggunakan modem, baik GSM maupun CDMA. Apalagi, dalam waktu dekat ini akan diluncurkan teknologi akses broadband yang dikenal dengan Wimax yang akan semakin mempermudah pengguna untuk menikmati akses internet.

Dalam beberapa tahun ke depan, mungkin akan banyak warnet yang gulung tikar karena kalah bersaing. Kalah bersaing dengan teknologi yang baru. Yah, ini hanya sekedar prediksi dari penulis. Kalo dilihat dari trend pengguna, warnet juga akan mengalami nasib yang sama dengan wartel. Sekarang mungkin warnet masih berada di masa puncak kejayaannya. Namun dengan semakin berkembangnya teknologi, orang akan lebih nyaman mengakses internet dari rumah sendiri dengan modem mereka.

Jadi bagi yang pengen mbukak warnet, diperhitungkan dulu marketnya. Apakah dalam waktu dekat sudah bisa balik modal. Jangan sampek modal belum balik, warnet udah ditutup. Hehehehehehe.😀

This entry was posted in Ilmiah, Ulasan and tagged , . Bookmark the permalink.

7 Responses to Warnet, Apakah Nasibmu akan Sama seperti Wartel??

  1. ajaya says:

    artikel yang menarik gan….
    yo po kabare mas?haha

  2. Shanti says:

    tak pikir ngomongne Pak De Wartel. hahaha…

  3. Shanti says:

    hahh???? ya tmnmu lho… yang secara tiba-tiba (sekian tahun yang lalu) nomornya bisa telpon gratistististis, sampe semua yang pengen telpon, pinjam HP dia. Akhirnya mendapat julukan Pak De Wartel. hehe

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s