Tuhan itu Tidak Ada


Ada yang masih belum percaya adanya Tuhan?? Ini ada sedikit cerita yang saya dapatkan dari sebuah milis. Analogi yang cukup menarik dan menggelitik.

Di sebuah ruang kelas, para mahasiswa sedang mengikuti ‘mata kuliah tak berujung pangkal’ : Filosofi. Dosen yang mengajar mencoba melemparkan topik diskusi tentang Tuhan.

“Ada yang pernah melihat Tuhan?” tanya si dosen. Semua diam tak menjawab.
“Ada yang pernah mendengar Tuhan bersuara?” si dosen bertanya lagi. Kali ini pun tak ada yang menyahut.
“Ada yang pernah menyentuh Tuhan?” tanya dosen. Semua diam.
“Kesimpulannya, Tuhan itu tidak ada,” kata dosen senang.

Terdengar gumaman protes, sampai akhirnya seorang mahasiswa berdiri bertanya,
“Ada yang pernah melihat otak Pak Dosen?”
Tak ada jawaban.
“Ada yang pernah mendengar otak Pak Dosen?”
Tak seorang pun menjawab.
“Ada yang pernah menyentuh otak Pak Dosen?”
Sekali lagi hening.

“Kesimpulannya, Pak Dosen Filosofi tidak punya otak!”

Masih belum percaya juga?? Ini ada satu lagi analogi.

Seorang konsumen datang ke tempat tukang cukur untuk memotong rambut dan merapikan brewoknya. Si tukang cukur mulai memotong rambut konsumennya dan mulailah terlibat pembicaraan yang mulai menghangat.

Mereka membicarakan banyak hal dan berbagai variasi topik pembicaraan, dan sesaat topik pembicaraan beralih tentang Tuhan.

Si tukang cukur bilang,”Saya tidak percaya Tuhan itu ada”.

“Kenapa kamu berkata begitu???”, timpal si konsumen.

“Begini, coba Anda perhatikan di depan sana, di jalanan…. untuk menyadari bahwa Tuhan itu tidak ada. Katakan kepadaku, jika Tuhan itu ada, Adakah yang sakit??, Adakah anak terlantar?? Jika Tuhan ada, tidak akan ada sakit ataupun kesusahan. Saya tidak dapat membayangkan Tuhan Yang Maha Penyayang akan membiarkan ini semua terjadi.”

Si konsumen diam untuk berpikir sejenak, tapi tidak merespon karena dia tidak ingin memulai adu pendapat.

Si tukang cukur menyelesaikan pekerjaannya dan si konsumen pergi meninggalkan tempat si tukang cukur.

Beberapa saat setelah dia meninggalkan ruangan itu dia melihat ada orang di jalan dengan rambut yang panjang, berombak kasar mlungker-mlungker -istilah jawa-nya-, dan brewok yang tidak dicukur. Orang itu terlihat sangat kotor dan tidak terawat.

Si konsumen balik ke tempat tukang cukur dan berkata,”Kamu tahu, sebenarnya TIDAK ADA TUKANG CUKUR”.

Si tukang cukur tidak terima,”Kamu kok bisa bilang begitu?? Saya disini dan saya tukang cukur. Dan barusan saya mencukurmu!”

“Tidak!!”, elak si konsumen. “Tukang cukur itu tidak ada, sebab jika ada, tidak akan ada orang dengan rambut panjang yang kotor dan brewokan seperti orang yang di luar sana”, si konsumen menambahkan.

“Ah tidak, tapi tukang cukur tetap ada!”, sanggah si tukang cukur. “Apa yang kamu lihat itu adalah salah mereka sendiri, kenapa mereka tidak datang kepadaku”, jawab si tukang cukur membela diri.

“Cocok!!”, kata si konsumen menyetujui. “Itulah point utama-nya! Sama dengan Tuhan, TUHAN ITU JUGA ADA!! Tapi apa yang terjadi…? Orang-orang TIDAK MAU DATANG kepada-NYA, dan TIDAK MAU MENCARI-NYA. Oleh karena itu banyak yang sakit dan tertimpa kesusahan di dunia ini.”

Si tukang cukur terbengong!!!!

This entry was posted in Catatan Kehidupan, Motivasi Hidup and tagged . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s