Setting dan Konfigurasi Router Cisco – part2


Kalo kemarin saya udah posting bagaimana cara mengkoneksikan router ke PC melalui console, sekarang kita akan mencoba mengkonfigurasi router dalam jaringan yang sederhana. Jaringan yang saya buat di sini terdiri dari 3 buah router dengan masing-masing router memiliki konfigurasi IP sebagai berikut.

  • Router 2 (Jaringan A : 10.121.1.0/24)
  • Router 0 (Jaringan B : 10.122.1.0/24)
  • Router 3 (Jaringan C : 10.123.1.0/24)
  • Jaringan antar router 0 dan router 2 : 10.122.69.0/24
  • Jaringan antar router 0 dan router 3 : 10.122.70.0/24

Dalam tutorial setting router ini, jaringan yang dibuat akan menggunakan routing static. Routing static maksudnya, kita membuat sendiri routing table-nya dan disimpan ke dalam memory router. Routing yang lain adalah dynamic routing. Dengan routing dynamic, kita lebih mudah dalam mengkonfigurasi router. Secara default, router cisco telah memiliki algoritma routing seperti RIP, EGP, BGP, dsb. yang telah tersimpan ke dalam memory. Administrator hanya tinggal memilih algoritma mana yang ingin digunakan.

Routing static sesuai digunakan untuk jaringan dengan skala yang kecil sedangkan dynamic routing sesuai dengan jaringan dengan skala besar. Untuk jaringan dengan skala kecil, administrator jaringan lebih mudah memasukkan routing table karena hanya sedikit router yang digunakan. Sedangkan untuk jaringan dengan skala besar, dibutuhkan ketelitian yang tinggi karena banyaknya route untuk menghubungkan jaringan.

Berikut ini adalah command yang diberikan untuk router 0

Router>enable *masuk ke privilege administrator
Router#configure terminal *masuk ke config
Enter configuration commands, one per line.  End with CNTL/Z.
Router(config)#interface fastEthernet 0/0 *memilih interface FE 0/0
Router(config-if)#ip address 10.122.1.1 255.255.255.0 *setting IP dan subnet
Router(config-if)#no shutdown *mengaktifkan port FE
Router(config-if)#exit
Router(config)#interface fastEthernet 1/0
Router(config-if)#ip address 10.122.69.2 255.255.255.0
Router(config-if)#no shutdown
Router(config-if)#exit
Router(config)#interface fastEthernet 1/1
Router(config-if)#ip address 10.122.70.1 255.255.255.0
Router(config-if)#no shutdown
Router(config-if)#exit
Router(config)#ip route 10.121.1.0 255.255.255.0 10.122.69.1 *memasukkan routing table
Router(config)#ip route 10.123.1.0 255.255.0.010.122.70.2
Router(config)#^Z *tekan ctrl+Z untuk keluar dari config
Router#

Command pada Router 2

Router>enable

Router#configure terminal
Router(config)#interface fastEthernet 0/0
Router(config-if)#ip address 10.121.1.1 255.255.255.0
Router(config-if)#no shutdown
Router(config-if)#exit
Router(config)#interface fastEthernet 0/1
Router(config-if)#ip address 10.122.69.1 255.255.255.0
Router(config-if)#no shutdown
Router(config-if)#exit
Router(config)#ip route 0.0.0.0 0.0.0.0 10.122.69.2
Router(config)#^Z

Command pada Router 3

Router>enable
Router#configure terminal
Router(config)#interface fastEthernet 0/0
Router(config-if)#ip address 10.123.1.1 255.255.255.0
Router(config-if)#no shutdown
Router(config-if)#exit
Router(config)#interface fastEthernet 0/1
Router(config-if)#ip address 10.122.70.2 255.255.255.0
Router(config-if)#no shutdown
Router(config-if)#exit
Router(config)#ip route 0.0.0.0 0.0.0.0 10.122.70.1
Router(config)#^Z
Router#

Router siap dihubungkan dengan komputer. Masukkan alamat IP komputer sesuai dengan jaringannya. Berikut ini adalah contoh IP address untuk jaringan di atas.

Jaringan A (sebelah kiri)
IP Address : 10.121.1.100
Netmask : 255.255.255.0
Gateway : 10.121.1.1
Jaringan B (tengah)
IP Address : 10.122.1.100
Netmask : 255.255.255.0
Gateway : 10.122.1.1
Jaringan C (kanan)
IP Address : 10.123.1.100
Netmask : 255.255.255.0
Gateway : 10.123.1.1

Sekian dulu postingan saya, CMIIW. Semoga postingan ini bermanfaat bagi para pembaca sekalian. Kalo ada yang keliru silakan comment, saya nggak pernah ikut CCNA, jadi harap maklum kalo salah. Cuma ilmu otodidak. He46x😀

This entry was posted in Ilmiah, Tutorial and tagged , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

4 Responses to Setting dan Konfigurasi Router Cisco – part2

  1. Pingback: Setting dan Konfigurasi Router Cisco – part1 | guo-blog

  2. Pingback: Desain Jaringan Sederhana dengan Packet Tracer – part1 | guo-blog

  3. Pingback: Membuat Dynamic Routing pada Router Cisco | Almaadin Blog – Catatan Kehidupan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s