Mungkin Bukan Jodoh..!!


Perasaan yang saat ini saya rasakan sama ketika awal saya masuk elektro ITS ini. Perasaan kehilangan seseorang. Seseorang yang bisa meramaikan hidup saya. Seseorang yang lebih dari teman biasa.

Saya kenal dia saat masuk SMA. Dia memang satu SMP dengan saya, tapi ketika SMP saya belum mengenalnya. Di kelas 1 SMA, kelas saya bersebelahan dengan kelasnya. Kita mulai saling mengenal. Dia begitu pintar merebut hati saya. Dan kita pun mulai berteman.

Di kelas 2 SMA, ndilalah kersane Allah, ternyata kita kok sekelas. Kelas IPA-1 yang banyak kemajemukan di situ. Kita mulai akrab di situ. Setiap malam kita reo (berkeliling kota Tulungagung). Entah hanya sekedar jajan sego bantingan, atau hanya jalan-jalan tanpa tujuan. Saya masih ingat, dia sering meminjam surumi untuk mengantar “teman”nya pulang ke utara jembatang Ngujang. Sedangkan saya ditinggal di warung es degan depan SMUBOY.🙂

Di kelas 3 SMA, kita menjadi lebih dekat lagi. Saya satu bangku dengannya. Saya menjadi lebih dekat lagi dengannya. Dia sudah seperti saudara bagiku. Bahkan mungkin lebih dekat daripada saudaraku sendiri.

Di akhir kelas 3 SMA, kita bingung memilih tempat kuliah untuk meneruskan studi kita. Saya mendaftar di Elektro ITS, pilihan pertama dan terakhir saya. Hanya itu pilihan saya, tidak ada pilihan kedua dan ketiga. Sedangkan teman saya memilih teknik geomatika ITS. Alhamdulillah, kita berdua diterima di ITS. Namun di samping itu, teman saya juga mendaftar di STAN, tempat kuliahnya Gayus. Tapi teman saya ini tidak suka nggayus. Hehehe.

Di tengah-tengah kuliah semester 1, muncul pengumuman dari STAN. Teman saya ini masuk dalam daftar tersebut. Dia diterima di STAN. Hati saya kaget. Bahagia sekaligus kecewa. Bahagia karena teman saya akan mencoba mencari nasib yang mungkin lebih baik. Kecewa karena saya mungkin akan merasa sendirian. Dan ternyata benar, dia mengambil kesempatan itu.

Akhirnya dia pun ke Jakarta. Walaupun dia di Jakarta dan saya di Surabaya, kita masih sering berkontak lewat SMS ataupun telepon. Sehingga tali silaturahmi tetap terjaga.

Saat saya sudah lulus kuliah, saya menjadi seorang jobseeker. Saya memang nggak berharap ditempatkan di Jakarta, tapi saya bersedia ditempatkan di Jakarta, daripada ditempatkan di luar pulau.

Akhirnya saya pun benar-benar ditempatkan di Jakarta. Pikirku saya akan menyusul teman saya. Tapi ternyata tidak. Lagi-lagi dia menjauh dariku. Dia ditempatkan di luar pulau. Palembang tepatnya. Perasaan kehilangan yang sama yang saya rasakan 4 tahun yang lalu.

Mungkin ini yang namanya bukan jodoh. Hidup harus terus berjalan. Semoga tali silaturahmi tidak terputus. Masih ada YM, Gtalk, SMS, telepon, dan alat komunikasi yang lain. Semoga kita bisa mendapatkan kesejahteraan di manapun kita berada. Selamat jalan kawan. Saya menyebut kamu, SAHABAT.

Sahabat

This entry was posted in Catatan Kehidupan, Galau. Bookmark the permalink.

4 Responses to Mungkin Bukan Jodoh..!!

  1. aenee2u says:

    smoga dapat jodoh yg terbaik buat masing2 dari kalian🙂

  2. chav says:

    sopia ye yun?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s