Rumahku Jadi Game Center


Kecewa. Itulah perasaan yang saat ini saya rasakan ketika diberitahu teman saya tentang status teman saya yang lain yang berbunyi more or less, “Rumahku sekarang jadi game center”.

Saya tidak tahu, akan jadi apa rumahku nantinya. Yang jelas, saya sudah memperingatkan salah satu dari penghuni rumah yang baru untuk menjaga apa yang sudah ada. Tapi kenyataannya, mereka malah semakin menjadi.

Bukannya saya ingin mencampuri urusan mereka, tapi ini semua saya lakukan karena saya peduli. Rumah ini yang telah membesarkan saya, kepedulian inilah yang bisa saya berikan untuk menjadikan rumah dan para penghuninya yang baru bisa menjadi lebih maju.

Saat saya berada di rumah, saya dan teman-teman fokus untuk belajar. Belajar ilmu-ilmu baru, tentang linux, web, cisco networking, dll. Dari proses belajar ini, angkatan saya banyak menghasilkan modul-modul pelatihan. Bukannya ngegame tiap hari, just wasting time…!!!

Modul yang kami sumbangkan salah satunya adalah cisco networking. Tidak banyak penghuni rumah yang tahu bagaimana caranya mensetting dan mengkonfigurasi jaringan dengan menggunakan router dan switch cisco. Pelatihan yang sesungguhnya mahal, kami berikan gratis untuk adik-adik kami agar mereka dapat berkembang dan memajukan rumah kita.

Ngegame sih boleh-boleh aja, tapi kalo sampek ada yang ngomong “rumah jadi game center”, itu sih udah kelewatan namanya. Setelah saya serahkan kunci rumah ke penghuni baru, saya memang jarang berkunjung ke rumah bawah. Saya lebih sering berada di rumah atas dan rumah sebelah. Saya memang sengaja untuk tidak berada di rumah lama untuk memberikan ruang bagi para penghuni baru untuk beradaptasi dan membangun rumah saya.

Saya menyadari kalo pada masa saya dulu, penghuninya pernah ngegame. Tapi nggak separah seperti sekarang ini sampek teman saya yang masih menghuni rumah posting status “rumah jadi game center”. Komputer punya rumah nggak boleh terinstall game. Komputer rumah hanya untuk riset dan praktikum.

Semoga penghuni sekarang bisa merespon tulisan ini. Saya nggak bermaksud apa-apa, hanya merasa prihatin dengan keadaan sekarang. Saya hanya ingin rumah saya dan penghuninya yang baru bisa lebih maju dari penghuni yang lama. Semoga pemegang kunci bisa memberikan contoh yang baik dan bisa mengingatkan penghuni rumah yang lainnya.

Mohon maaf kalau ada kata-kata yang kurang berkenan. CMIIW.

This entry was posted in Catatan Kehidupan, Dunia Elektro. Bookmark the permalink.

One Response to Rumahku Jadi Game Center

  1. seli_usel says:

    . kenapa kho bisa jadi tempat game center kak??

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s