Blowfish Pertamaxxxx…!!!!!


Sudah 7 bulan kerja di sini, baru pertama kali ini masuk dan makan di blowfish. Padahal deket banget, tiap hari lihat dan nglewati. Tapi baru kali ini masuk dan mencicipi hidangan ala Jepang ini.

Bos saya yang satu ini emang baik hati sekali, sayang sekarang udah nggak jadi manager saya lagi (sebelumnya bukan manager saya langsung sih, tapi megang departemen saya secara tidak langsung). Saya diajakin makan2 sama vendor kipas merah asal negeri tirai bambu. Ya kalo saya bayar sendiri, ndak bakalan mungkin ke situ.. Kebiasaan makan di pantri dan warteg. Hehehe.😀

Datang ke situ, sudah ada bapak2 dari vendor, berkenalan, saling tukar kartu nama. Saya duduk di sebelah pak manager saya. Di situ udah ada makanan yang bentuk-nya aneh. Belum pernah saya melihat langsung makanan kayak gitu. Ya, maklumlah, saya dari desa. Ndak pernah lihat makanan yang aneh2 gitu. Kata manager saya, namanya sushi.

“Owalah, itu to yang namanya sushi. Baru lihat saya. Ternyata rasanya aneh. Asin asin piye ngono. Enek krekes-krekes koyok daging durung mateng.”

Hmm.. saat yang mendebarkan. Saya disodori menu makanan. Saya buka menunya.

Haduh.. iki panganan opo to?? Jenenge jan ndak enek sing familiar. Bingung aku mesen opo iki..”

Yaweslah, daripada malu, nanya pak manager aja deh. “Pak, ini saya harus pesen apa pak? Saya ndak tahu harus pesen apa pak. Hehehe.”

“Pesen ini aja. #%^(#&&$(%&&^@#”, kata manager saya. Saya lupa namanya. Hahaha.

Wah, ternyata manager saya hebat. Tahu apa yang cocok sama lidah saya. Bisa dimakan juga ternyata pesanan si bos. Halal ndak ya?? InsyaAlloh halal, daging ayam soalnya. Hehehe.

Hmm.. tapi dasar perut wong ndeso, habis makan malah sakit perut. Kayaknya tadi sushi-nya daging mentah deh. Memang saya ndak cocok kalo harus makan makanan kayak gitu. Cocoknya tetep makanan pantri sama warteg. Makanya, kalo ke warung makan, menu yang standard di pesan adalah nasi goreng, penyet, sego pecel, dll. Ndak usah sing neko-neko. hehehe.

This entry was posted in Catatan Kehidupan, Cerita Humor. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s