[Nostalgia Kuliah] Dari Manarul sampai B406


lama tak ber status “nulis sendiri”.. lama sudah d surabaya.. detik-detik menuju djajakarta sudah terhitung mundur.. makin dikit waktu d surabaya,, kota dimana aq hampir meraih semua disini.. “Terima Kasih Surabaya”.. suatu saat ku kan kembali lagi

Sebuah quote dari senior saya e44, mas Rizki, yang dulu -walaupun tidak secara personal- ngospek saya. Sungguh terharu membaca status ini. Kota Surabaya begitu berarti bagi mas Rizki, dan begitu pula dengan saya. We love Surabaya, kota yang memberikan banyak kenangan buat kami, mulai dari Stasiun Gubeng, Terminal Bungurasih, Hi Tech Mall, dan tidak lupa kampus tercinta Elektro ITS.

Sedikit mengenang masa-masa kuliah. Masih ingat di benak saya, di akhir kuartal ketiga, mungkin sekitar bulan Agustus tahun 2006 adalah saat-saat yang membahagiakan bagi saya. Karena saya pertama kali masuk kuliah di Jurusan terbesar di ITS, Teknik Elektro.

Yah, mungkin kebahagian itu hanya di awal saja, sebelum ospek dimulai. Setelah ospek dimulai, mulai nampaklah wajah-wajah penuh beban. Beban tugas ospek yang pada saat itu saya sebenarnya ndak tahu apa sebenarnya esensinya.

Bisa dibilang, setiap perubahan semester atau tahun, e46 mengalami perubahan base camp secara periodik. Mungkin itu juga dialami oleh angkatan sebelum dan sesudah kami. Mungkin kalo saya runut dari belakang, ini adalah base camp saya dan teman-teman saya -walaupun ndak semua, tapi mewakili beberapa di antaranya-

 

  • Masjid Manarul Ilmi.

Ketika saya masih maba semester 1, belum memiliki tempat di Elektro. Ini saya yang tidak habis pikir, kenapa ada restriction area di kampus saya sendiri?? Apa sih sebenarnya esensi dari restriction area?? Apakah mengenalkan kami pada kampus ITS secara total?? Ah, tapi itu ndak make sense. Toh udah ada mata kuliah TPB yang mengharuskan saya kuliah di Jurusan Lain bersama Jurusan Lain. Saya seperti tersingkir dari kampus saya sendiri. Adakah penjelasan yang masuk akal dari restriction area??

  • Teater C

Di semester 2, saya masih belum memiliki tempat di kampus saya sendiri. Walaupun sudah tidak ada restriction area. Walau sudah menjadi warga. Yah, bisa dimaklumi. Kampus ini memang kurang besar untuk menampung sekian mahasiswa dengan gedung yang hanya sekian saja. Terpaksalah kami mengungsi di depan Teater C. Rapat angkatan, aktivitas ngerjain Laporan Praktikum PST dan Pengukuran Listrik, rutinitas bacem membacem tugas, semuanya kami lakukan di tempat tersebut. Di akhir tahun pertama, saya mulai menemukan kenyamanan di Teknik Elektro.🙂 Setidaknya bisa sedikit tersenyum.

 

  • Plasa Elektro

Semester 3. Saya baru merasakan bahwa saya adalah mahasiswa Teknik Elektro. Baru merasakan fasilitas kampus, walaupun tidak semua fasilitas dapat saya gunakan layaknya mahasiswa jurusan lain. Saya tidak dapat memanfaatkan fasilitas wifi yang disediakan kampus (make sense karena pada saat itu saya belum punya laptop, apalagi gadget yang support wifi. Sepertinya belum ada handset yang sudah support wifi pada saat itu), akses lab komputer (kalo di jurusan lain, yang ndak punya laptop atau komputer, mereka bisa memanfaatkan lab komputer untuk mengerjakan tugas kuliah. Kalo saya tanya sekjur, “Pak, kenapa mahasiswa elektro tidak memiliki akses lab komputer seperti jurusan-jurusan lain??”, jawaban yang diberikan pak Sekjur benar-benar ndak make sense, “Kalian kan orang kaya, pasti punya laptop sendiri-sendiri”. Ya pak, saya tahu bapak kaya, tapi tidak semua orang bisa beli laptop pak). Kenapa kita bisa dapat base camp ini, ya memang karena seleksi alam, yang di atas kami udah berpindah base camp, saatnya plasa elektro kami yang menempati.

  • DPR Lama

Semester 4, dan mungkin semester 3 juga, base camp kami di DPR Lama. Apa sih DPR?? Saya dulu juga bingung kenapa kok disebut DPR. Ow ternyata ada kepanjangannya. Di bawah Pohon Rindang. Memang sejuk kalo siang-siang di Surabaya yang panas ini berteduh di bawah pohon beringin yang rindang.

  • Lab 301

Semester 5. Saya ngambil bidang studi Telkom. Sempat bingung ketika harus memilih antara Telkom, Elka, atau Komputer. Tapi sejak saya SMA, saya memang sudah menetapkan hati untuk masuk elektro karena di situ ada Telkom.

Memang agak tidak wajar, seharusnya di semester 5, base camp angkatan ada di Hima atau BEM FTI. Tapi saya lebih memilih di Lab Telkom. Dan pilihan saya ini memang tidak salah. Base camp Lab 301 bukan menjadi base camp lagi bagi saya, tapi lebih dari itu. Bisa dikatakan rumah kedua saya. Saya begitu nyaman berada di sini. Kalo dihitung-hitung, saya berada di Lab 301 hampir 2 tahun.

  • Lantai 3

Selain di Lab 301, saya juga merambah ke lab Telkom yang lain. Karena di situlah saya berbaur dengan rekan-rekan telkom. Semboyan Telkom adalah, Lantai 3 milik kita bersama. Telkom ada dan di lantai tiga. Di tahun terakhir saya kuliah, memang sebagian waktu saya, saya habiskan di lantai 3. Mungkin ke bawah untuk kuliah atau makan di kantin. Ada yang sempat ngomong ke saya, “Kenapa ya anak telkom 2006 ndak berbaur dengan e46 yang lain??”.  Sempat dalam hati saya bertanya, “Apa sih artinya berbaur??? Siapa sih e46?? Siapa sih anak telkom 2006??” Saya punya jawaban sendiri untuk menafikan statement tsb.

  • Lab 406

Setelah saya lulus kuliah, saya 3 bulan magang di PT Hutchison CP Telecommunications. Sebelumnya juga pernah merasakan coop di PT Telkom walaupun ndak lama. Saya merasa jauh dari Lab Telkom. Ya memang itu harus saya lakukan karena harus ada pergantian warga lab. Karena saya memang tidak selamanya berada di situ. 

Saya selesai magang di 3, sekitar bulan 30 September. Wisuda tanggal 3 Oktober. Waktu yang cukup singkat antara selesainya magang dan wisuda. Setelah saya kembali ke lab, ternyata sudah banyak perubahan di lab. Lab jadi sepi, ndak kayak dulu waktu ngerjain TA. Rame. Mungkin saya memang harus meninggalkan rumah saya ini untuk saya serahkan ke adik-adik 2007.

Saya pun berpindah dari lantai 3 ke lantai 4. Ada pertanyaan dari e48 yang sedikit membuat kuping saya panas, “Mas, kenapa sih kok sampeyan masih ngglibet di kampus??”. Ya memang informasi kerja banyak datang dari kampus, kalo saya meninggalkan kampus sebelum kerja, mungkin saya sampai saat ini masih belum kerja.

Sembari menunggu dan mencari kerja, saya sedikit membantu teman-teman elektro telkom yang sedang mengerjakan tugas akhir. Terutama teman-teman lintas jalur dan mas Rizki.

Hmm.. benar-benar merindukan suasana kampus, ingin rasanya bernostalgia lagi di kampus. Thanks Surabaya.

This entry was posted in Catatan Kehidupan, Dunia Elektro. Bookmark the permalink.

One Response to [Nostalgia Kuliah] Dari Manarul sampai B406

  1. seli_usel says:

    . infonya menarik bagus dan jelas di mengerti ..

    . thanks

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s