Surat Cinta Seorang Telco Engineer


Hei sayang,

Apa kabarmu hari ini? Sudah dong marahnya… Surat ini kutulis di sela-sela jadwal standby, saat hatiku sungguh-sungguh fault handover, gundah dan tidak bisa ke lain hati. Maaf ya sayang, aku memang sedang drop dan tidak punya cukup waktu untuk menemanimu mempersiapkan wisuda pekan depan. Aku juga minta maaf, marahku kemarin bukan karena aku benci kepadamu, tapi saat itu sinyal tubuhku benar-benar berada pada level terendah sehingga gampang sekali high temp.

Hari ini, aku jauh lebih baik dari kemarin.Lebih baik secara fisik dan secara hati. Sayang, aku menyesal telah menciptakan trouble dalam hubungan kita, sehingga hubungan kita sering kali flicker. Beberapa malam terakhir, aku mencoba men-trace problem mengapa hal itu kerap terjadi, ternyata aku memang egois ya sayang, aku juga emosional… aku janji akan terus melakukan troubleshooting dalam hubungan ini. Aku ingin semuanya berakhir indah, seperti mimpi yang sering kita obrolkan berdua.

Taukah kamu, sayang.. Belum lama ini, teman kantorku bertanya apakah aku sedang mengalami masalah berat, sebab kata mereka raut wajahku bak BTS tanpa BSC. Bahkan hari ini, vendor-vendorku juga bilang bahwa wajahku tak berseri-seri seperti biasanya, ibarat BTS tanpa catuan daya.

Dan baru aku sadari, ternyata aku seperti receiver yang merindukan tranceiver, yaitu kamu.. Sungguh, aku tidak bohong bahwa kamu lah power supply hidupku. Itu benar-benar aku rasakan seminggu ini, seminggu yang hilang karena tak ada SMS dan call dari kamu, seminggu yang terasa seperti muncul alarm BTS operation degraded dalam diriku.

Sayang, maukah kau membuat handset-ku bernyanyi lagi? Aku rindu alarm-alarm cintamu. Alarm yang seringkali kuanggap mengganggu kesibukanku lantaran hanya menanyakan ‘apakah aku sudah makan siang’,  ‘apakah aku tidak lupa memakai jaket saat menuju site  tengah malam’. Tapi toh ternyata aku merindukannya…

Kamu mau kan sayang? Mengurai kembali titik saturasi  ini…menjadi sebuah garis yang akan kita tarik bersama. Aku yakin mobile connection kita akan membaik. Optimis!

Aku janji sayang, Aku akan hadir di wisudamu nanti. Akan kuatur ulang jadwal standby-ku. Dan kupastikan bahwa aku akan menjadi orang pertama yang melihat keberhasilanmu di wisuda pekan depan.

with love,
rangga

This entry was posted in Catatan Kehidupan, Galau, Non Fiksi, Non Ilmiah. Bookmark the permalink.

One Response to Surat Cinta Seorang Telco Engineer

  1. chav says:

    joh asu…
    mantab cuy, ijin share…
    hahaha

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s