Ibukota membuatku parno… >:)


Kata orang, ibukota lebih kejam daripada ibu tiri. Make sense sih, karena tak selamanya ibu tiri itu jahat. Kata temenku, wong meduro ae ampun-ampun musuh wong betawi. Sebegitu kejam kah Jakarta???

Yah, begitulah Jakarta. Kota terpadat di Indonesia, dengan seribu warna di dalamnya. Tak hanya terang, tapi juga ada warna gelap di sana. Banyak orang menggantungkan harapan di kota ini, tapi tak jarang juga yang terjerumus ke jurang terjal.

Kota Jakarta, kota yang sarat akan kejahatan. Tercatat, hampir setiap 10 menit sekali terjadi kejahatan di kota besar ini. Sudah 2 teman saya yang jadi korban kejahatan, satu teman dirampok, dan satu lagi terkena kejahatan hipnotis.

Teman saya kuliah, sebut saja Ayu, dia tinggal di Cikarang, sebuah kota di pinggiran Jakarta. Dia menjadi korban perampokan ketika pulang dari kantornya sekitar jam 9 malam. Tasnya dijambret ketika dia naik motor di jalan yang sepi sampai jatuh tersungkur dan helm-nya sempat lepas.

Satu lagi teman satu kantor, terkena kejahatan gendam di Jakarta Selatan, sebut saja dia Roni. Pada suatu malam, dia pulang ke kosannya jalan kaki. Di jembatan penyeberangan, ada seorang laki-laki yang menanyakan alamat kepadanya. Akhirnya, temanku ini memberikan selembar uang Rp 20.000,- kepada orang tersebut, kemudian pergi meninggalkan orang itu. Setelah jalan beberapa langkah, ada seseorang yang menepuk pundaknya dan seketika itu dia seperti hilang kesadaran.

Tanpa sadar, Roni memberikan handphone, dompet yang berisi uang dan kartu ATM, dan juga memberikan PIN ATMnya ke orang tak dikenal itu. Kunci motor, kunci kamar kos, dan beberapa barang lain yang dibawanya diberikan juga. Uang di rekening pun di babat habis oleh orang tersebut.

Memang Jakarta kota yang kejam, jadi paranoid sendiri ketika didekati orang tak dikenal. Kalau ada orang yang butuh bantuan, jadi waspada, apakah orang ini benar-benar butuh bantuan, atau sekedar sebagai umpan sebuah tindak kriminal.

Hidup yang keras menuntut setiap orang untuk berkompetisi mempertahankan hidup. Bukan hanya hidup dengan cara yang halal, tapi juga dengan cara lain yang terkadang merugikan orang lain.

Buat temen-temen yang baru nyampek kota gila ini, berhati-hatilah. Karena bisa saja ketika kita lengah akan menjadi korban selanjutnya. Semoga kita selalu dilindungi oleh Allah swt. Amin.

with love🙂
rangga

This entry was posted in Catatan Kehidupan, Galau. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s