Ini Pendapat Saya untuk Anggota Dewan Legislatif di Korea Selatan


Ini pengalaman saya saat saya menjalan pertukaran pelajar di Korea Selatan. Menyaksikan sidang paripurna dewan legislatif. Begitu gatal tangan saya untuk nulis di blog ini, untuk mengomentari jalannya sidang paripurna membahas kenaikan harga BBM di negara ginseng itu. Ini bukan di Indonesia ya, tapi di negara Korea Selatan. Hehehe.

Pertanyaan saya yang pertama kali terlintas adalah, apakah anggota dewan wakil rakyat ini, kesemuanya berpendidikan?? Ah, saya rasa tidak.. Melihat jalannya sidang yang disiarkan TV-Siji dari Korea Selatan, terlihat kalo para wakil rakyat ini tidak berpendidikan. Bagaimana tidak, sidang berjalan dipimpin oleh pimpinan sidang tapi pimpinan sidang dianggap seperti berhala. Tak dianggap apa-apa. Anggota dewan berbicara, sesekali ada anggota dewan yang lain, nyeletuk kayak orang nggak punya unggah-ungguh. Ya kalo berani, tunggu yang sedang berbicara menyelesaikan argumen-nya, dan kemudian saling beradu argumen. Ya kalo yang suka nyeletuk itu berani sih.

Kedua, mengomentari jalannya sidang. Ini sidang apa nonton wayang ya?? Semua sudah punya kursi untuk duduk, kalau mau bicara ada kesempatan untuk interupsi, tapi kok ya maju ke arah pimpinan sidang. Rame-rame lagi. Kalo beneran nonton wayang, udah pada dilempar sandal sama orang-orang yang duduk di belakang. Hehehehe. Disuruh duduk sama pimpinan sidang, susahnya minta ampun. Kayak orang lagi nonton orkes monata aja. Lebih enak ngatur anak TK ketimbang wakil rakyat yang ngakunya Sarjana ini.

Ketiga, mengomentari yang nyeletuk2 pada poin pertama. Itu orang pasti parasit. Dulu kalo sekolah pasti duduknya paling belakang. Kalo dijelasin sama guru, sukanya “ngentahi”, kalo disuruh maju ngerjain soal pasti nggak bisa, dan kalo ulangan pasti nyonto temannya.

Keempat, mengomentari proses voting. Mau voting aja kok sampek 60 menit. Mau memperpanjang waktu sidang aja kok ya voting lagi. Ribut lagi. Bener2 wasting time.

Kelima, mengomentari hasil sidang. Akhirnya hasil sidang memutuskan bahwa pemerintah berhak untuk menaikkan harga BBM mengikuti harga minyak dunia. Salut buat fraksi PKx dan Gerindro serta 2 anggota Partai Bola Dunia dengan 9 Bintang yang salah satunya adalah putri dari mantan presiden kedua Korea Selatan yang tetap stay di sidang untuk menolak kenaikan harga BBM mengikuti harga minyak dunia. Sangat disayangkan adalah keputusan dari fraksi Monyong Putih dan Fraksi Anura yang walkout dari sidang.

Kesimpulan :

  • Saya kecewa terhadap kebijakan yang diambil oleh Dewan Legislatif Korea, walaupun saya bukan warga negara Korea.
  • Anggota Dewan adalah wakil rakyat korea. Seharusnya mereka bisa menyalurkan aspirasi rakyat Korea.
  • Anggota Dewan kurang berpendidikan dan tidak punya sopan santun. Seharusnya ada training atau semacam pelatihan untuk mendidik bagaimana seharusnya berbicara di dalam forum
  • Hanya 10% anggota dewan yang pro rakyat Korea. Selebihnya adalah politikus busuk.
  • Semoga anggota Dewan di Indonesia tidak seperti anggota dewan di Korea Selatan. Hehehe. Ironis sekali.
  • with love🙂
    rangga

    This entry was posted in Catatan Kehidupan, Cerita Humor. Bookmark the permalink.

    4 Responses to Ini Pendapat Saya untuk Anggota Dewan Legislatif di Korea Selatan

    1. nug says:

      Ceritamu mbulet koyo jalannya sidang. Tidak to the poin

    2. adeline says:

      woooiii ini mah disini….. hahhaaa…

      hmmm… saya malah jadi pengen tau di Korea kayak apa..hehhee…. nyari aahh…. yg pasti lebih bagus dari pada disini ya kan…hehe

    Leave a Reply

    Fill in your details below or click an icon to log in:

    WordPress.com Logo

    You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

    Twitter picture

    You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

    Facebook photo

    You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

    Google+ photo

    You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

    Connecting to %s