Apakah Tuhan itu Ada?


–cerita dengan sudut pandang orang pertama.

Kemarin, aku iseng2 buka recent updates di handphone Blackberry pemberian kantor. Ada temen kantor cewek yang ganti display picture, poto bareng sama temennya. Cantik orangnya.
–maksudnya siapa yang cantik?
–dua-duanya, ya temen kantorku, ya temennya temen kantorku.

Bermula dari keisengan itu, berlanjut ke keisengan yang selanjutnya. Aku posting display picture itu ke group anak2 galau di kantor.
–nggak tahu kenapa kok group-nya anak2 galau, aku cuma ikut2an nimbrung aja.
Ternyata bermula dari postingan itu, banyak temen2 yang lain ikut2an komen. Dari situ muncul nama orang yang poto bareng temenku itu. Namanya, sebut saja mawar.
–mawar, maafin marwan ya..😛

Keisengan ketiga muncul dari nama itu, aku googling di yahoo.
–hmmm.. kedengarannya agak aneh, googling di yahoo??
–iya benar, aku buka yahoo.com trus aku ketik google. setelah itu muncul google.com baru aku search namanya, mawar.
Di situ muncul informasi cewek itu. Oh.. ternyata planologi 2004 ITB. Di situ muncul informasi blog-nya. Sebagai seorang blogger, jadi penasaran pengen baca beberapa tulisannya. Ternyata orangnya religius, walaupun pakai celana ketat. Begitu yang dia tulis.

Salah satu tulisan yang menarik minat aku untuk baca, berjudul “kamu harus mati dulu baru tau jawabannya”. Dari judulnya sudah membuat aku penasaran. Isi dari tulisannya mengisahkan tentang perdebatan seorang mahasiswa dan seorang profesor pada saat kuliah.

Awalnya, profesor itu menantang para mahasiswanya dengan sebuah pertanyaan. “Apakah Tuhan itu menciptakan semuanya?”
Kemudian seorang mahasiswa menjawab, “Ya, benar”.
Jika benar, berarti Tuhan juga menciptakan kejahatan? Dan jika itu benar, maka Tuhan adalah kejahatan karena Dialah yang menciptakan kejahatan.
Kemudian mahasiswa itu terdiam.

Seorang mahasiswa kemudian bertanya kepada profesor itu, “Pak, saya ingin bertanya.”
Profesor menjawab, “Ya, silakan”
“Apakah dingin itu ada?”
“Itu pertanyaan yang bodoh, tentu saja ada”
“Bapak salah, dingin itu tidak ada. Yang ada adalah panas. Dingin adalah kata yang diciptakan manusia untuk mengidentifikasikan keadaan tanpa panas.”

Kemudian mahasiswa itu bertanya lagi, “Apakah gelap itu ada?”
“Tentu saja ada.”
“Bapak salah lagi, gelap itu tidak ada. Yang ada adalah cahaya. Gelap adalah kata yang diciptakan manusia untuk mengidentifikasikan suatu keadaan di mana tidak ada cahaya di situ.”

Kemudian mahasiswa itu membalikkan pertanyaan sang profesor, “Lalu apakah kejahatan itu ada?”
“Ya, ada”
“Bapak salah, kejahatan itu tidak ada. Yang ada hanyalah kebaikan. Kejahatan adalah kata yang diciptakan manusia untuk menggambarkan keadaan hati manusia yang tidak ada Tuhan di dalamnya”.

Dan siapakah mahasiswa itu, dia adalah Albert Einstein.
Begitu ringkasan cerita yang aku baca dari blog tersebut. Memang masuk akal apa yang diceritakan di situ, sungguh pemikiran yang luar biasa. Di awal cerita, sempat aku terbawa ke pemikiran sang profesor, tapi ternyata ada petunjuk di balik cerita tersebut.

Semoga tulisan ini bisa menginspirasi.

This entry was posted in Catatan Kehidupan, Motivasi Hidup. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s