Flow Control HTTP


Akhir-akhir ini, Jakarta dilanda musim banjir. Hujan lebat dikit, membawa genangan air yang parah terutama di jalan-jalan protokol. Kemacetan terparah terjadi di hari Kamis, tanggal 17 Januari 2013. Hujan lebat malam hari sekitar jam 2 dini hari berlanjut hingga pagi hari. Berangkat ke kantor jam 9 pun masih terasa rintik-rintik hujan.

Hasilnya, banjir di mana-mana. Dari arah Setia Budi saya berangkat ke kantor jam 9 pagi bersama rekan saya Adit. Rencananya mau naik taksi, tapi ditunggu-tunggu tidak ada taksi yang lewat. Akhirnya nekat nerobos hujan yang tidak terlalu lebat dengan sepeda motor.

Tanda-tanda banjir sudah saya temui di Semanggi. Dua tahun saya hidup di Jakarta, baru hari ini merasakan impact banjir secara langsung. Karena genangan tak terlalu tinggi, mungkin sekitar 20-30 cm, saya nekat mlipir mencari jalan yang genangan airnya tidak terlalu tinggi.

Nyampek di jalan Gatot Subroto, jiiaannccuukkk…!!! Macet-nya bener-bener parah. Biasanya dari kos-kosan nyampek flyover kuningan hanya butuh waktu 5-10 menit, hari ini saya menempuhnya dengan 30 menit perjalanan. Sungguh luar biasa. Sesampainya di jembatan penyeberangan patrajasa, sebenarnya saya nyaranin Adit lewat situ saja. Biar nggak terlalu terjebak macet. Tapi dia nggak mau, nggak tau deh kenapa.

Akhirnya kita melanjutkan perjalanan untuk mencoba putar balik di bawah flyover kuningan, tapi apa yang terjadi? Genangan air setinggi sekitar 1m di putaran balik, membawaku menembus flyover kuningan dan memaksa kami harus memutar balik melalui pancoran. Genangan air tidak memungkinkan untuk dilewati sepeda motor. Beberapa sepeda motor yang nekat akhirnya mogok di tengah jalan. Apes bener saya hari ini.

Setelah keluar dari flyover, terlihat kemacetan yang mengular, nggak tahu di mana ujungnya. Dan akhirnya, saya sampek di kantor dengan waktu tempuh 1 jam lebih. Sungguh luar biasa. Rekorku terpecahkan dengan luar biasa.

Sesampainya di kantor, aku buka hape Sony Ericsson C510 punyaku yang agak jadul, sudah bener-bener jadul, tapi masih bisa stay 3 hari tanpa charge. Aku buka ada SMS dari HRM, yang isinya

Kpd Kary HQ & Jabodetabek yg terkena dampak banjir & tdk memungkinkan hadir di kantor, Perseroan memberikan dispensasi pd hari Kamis/17 Jan 2013 utk bekerja tidak dari kantor. Mohon dikoordinasikan dg para atasan. Terima Kasih.

Diaammmppuuutttt…..!!!! Kenapa nggak dari pagi tadi?? Sudah dibela-belain hujan-hujanan, menerjang banjir dan macet, ternyata ada dispensasi tidak masuk kantor. Ya sudahlah. Sudah terlanjur. Pasti ada hikmahnya.

Suasana di kantor masih sepi, sampai jam makan siang, nggak ada kerjaan yang berarti. Manager juga nggak ada. GM pun entah di mana. Tapi masih ada VP di dalam. Tentu saja tak lupa ada sekretaris cantik yang duduk di meja depan pintu ruang VP. Walaupun sekretarisnya sudah ada yang punya, tapi tetap saja nikmat tersendiri yang Allah ciptakan. Benar-benar keindahan dunia. (Halah, malah nglantur ngomongin sekretaris).

Ya sudahlah, intinya hari ini nggak ada kerjaan. Daripada bingung ngapain, mendingan buka-buka youtube. Dan tanpa sengaja, aku menemukan video yang durasinya lumayan panjang. Kurang lebih satu setengah jam. Video itu berjudul “Radio Galau FM (2012) Full Movie”

Film ini mengisahkan kisah cinta Bara dengan Velin. Awalnya, hubungan Bara dan Velin baik-baik saja. Tapi lama-kelamaan sifat Velin berubah menjadi dramatis banget. Puncaknya, di detik 1:30:00 saat Velin minta putus, walaupun sebenarnya Velin masih sangat mencintai Bara. Kutipan-kutipan yang menarik buat saya, saat kegalauan Velin karena digantungkan Bara.

Entah mana yang lebih sakit, kehilangan kamu atau digantungin terus sama kamu.
-velin-

sekarang aku mau putus
aku udah berusaha untuk perbaiki hubungan kita
tapi percuma aku mati-matian, kalo kamu inginnya terlepas
bar, aku udah berusaha berubah demi kamu tapi kamu malah pergi ninggalin aku
dan bahkan, kamu jadian sama kak diandra…
apa aku sebegitu nggak pentingnya buat kamu?
apa aku ini hanya figuran, yang numpang lewat gitu aja?

Sebuah hubungan cinta itu adalah hubungan yang dua arah. Saling timbal balik. Saya memberikan sebuah perasaan dan harus ada respon balik dari pasangan. Kalau dipikir-pikir, sama seperti protokol HTTP.

Velin memberikan cinta kepada Bara. Awalnya Bara memberikan respon positif kepada Velin. Namun lama-lama Bara tidak memberikan respon kepada Velin. Dan akhirnya statusnya gantung.

Screenshot at 2013-01-27 17:01:17

Hubungannya sama seperti client dan server seperti gambar di atas. Pendekatan sama seperti connection setup, masa pacaran ibaratnya data transfer, sedangkan pemutusan hubungan layaknya connection release. Awalnya client mengirimkan permintaan kepada server. Dalam koneksi synchronous, client harus menunggu ACK dari server sebelum client bisa mengirimkan request selanjutnya. Client bisa mengirimkan request HTTP GET jika dan hanya jika server sudah mengirimkan respon ACK kepada client.

Cowok bisa berhubungan ke jenjang yang lebih lanjut (pacaran/pernikahan) jika dan hanya jika cewek mengirimkan respon positif (ACK) kepada si cowok.

Dalam teknisnya, client memberikan toleransi waktu kepada server untuk memberikan respon ACK. Jika tidak ada respon dalam waktu yang telah ditentukan, maka koneksi akan direlease dan client akan mencoba lagi atau mencari server yang lain jika ada redundancy-nya. Bahasa gaulnya, MOVE ON. Jika toleransi waktu yang diberikan semakin lama, maka masa gantung juga akan semakin lama. Kalau terlalu lama menunggu jawaban yang tidak pasti, maksud saya ACK tadi, request lain yang mengantri untuk diproses juga akan semakin banyak. Jika kapasitas memory tidak dapat menampung buffering request tadi, maka system akan mengalami HANG. Nggak bisa ngapa-ngapain. Teknisnya, sistem harus di-restart. Sayangnya manusia nggak bisa direstart. Sekali di-shutdown, maka tidak akan bisa di-booting lagi.

Dalam protokol HTTP, bisa jadi data transfer berisi HTTP GET dan HTTP POST. Bisa jadi client meminta data, bisa juga client memberikan data. Balikan juga bisa bernilai positif (ACK) dan bisa juga bernilai negatif (NAK).

Selain protokol di atas, ada juga protokol UDP. Protokol ini cocok digunakan dalam seminar, namun tidak cocok diibaratkan dalam hubungan 2 manusia seperti di atas. Protokol UDP nggak meminta respon balikan, dia ngirim terus. Entah paketnya sampai atau tidak, server nggak peduli. Yang penting server sudah ngirim ke client. Kalo ndeketin cewek, jangan pake protokol UDP ya, bisa-bisa kamu nanti digampar. Nembak terus, tapi nggak pernah direspon sama si cewek. Dan akhirnya malah kamu nanti dianggap SPAM sama si cewek.

This entry was posted in Catatan Kehidupan, Motivasi Hidup. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s