Thaharah atau Bersuci


Hari ini saya mencoba untuk menulis yang agak berat karena berkaitan dengan agama. Mungkin ini postingan pertama ku yang sedikit ada hubungannya dengan agama.

Dalam agama Islam, kebersihan adalah hal yang paling utama. Itulah sebabnya, dalam pelajaran agama, bab pertama selalu diajarkan mengenai thaharah. Ibadah dalam agama Islam mensyaratkan agar umatnya dalam keadaan suci untuk sahnya ibadah tersebut. Itulah sebabnya bab thaharah selalu berada di bab yang paling pertama.

Pada dasarnya, suci itu dibagi menjadi tiga :

  • Suci dari hadast kecil
  • Suci dari hadast besar
  • Suci dari najis
  • Cara untuk mensucikan diri dari ketiga perkara di atas juga berbeda satu sama lain. Kita coba bahas satu per satu.

    Suci dari Hadast Kecil
    Untuk menghilangkan hadast kecil adalah dengan ber-wudlu. Jika tidak ada air maka diperbolehkan untuk bertayamum.

    Berikut contoh perkara yang membatalkan wudlu :

  • keluar sesuatu dari dubur maupun qubul. contohnya adalah kencing, berak, kentut.
  • hilang akal atau gila.
  • tidur, kecuali tidurnya dalam keadaan duduk.
  • bersentuhan kulit laki-laki dan perempuan yang bukan muhrim-nya
  • menyentuh kemaluan dengan telapak tangan tanpa pembatas termasuk kemaluan sendiri.
  • Orang yang berhadast kecil, dilarang melakukan hal-hal berikut.

  • sholat, baik wajib maupun sunnah.
  • thawaf.
  • menyentuh mushaf.
  • membawa mushaf.
  • Suci dari Hadast Besar
    Untuk menghilangkan hadast besar adalah dengan mandi besar. Jika tidak ada air maka diperbolehkan untuk bertayamum. Jika menemukan air yang cukup untuk mandi, maka hukum dari tayamumnya batal dan diwajibkan untuk mandi.

    Berikut perkara yang mewajibkan untuk mandi :

  • keluar mani.
  • bersetubuh.
  • menstruasi.
  • melahirkan.
  • nifas.
  • meninggal dunia.
  • Orang yang berhadast besar, diharamkan melakukan hal-hal berikut.

  • sholat.
  • thawaf.
  • menyentuh mushaf.
  • membawa mushaf.
  • membaca mushaf.
  • berdiam di dalam masjid atau melewati masjid dikarenakan khawatir darah haid akan jatuh di dalam masjid.
  • berpuasa diharamkan untuk orang yang sedang haid.
  • diharamkan menjatuhkan talak kepada wanita yang sedang haid.
  • diharamkan bersetubuh ketika wanita sedang haid.
  • Suci dari Najis
    Cara bersuci dari najis berbeda-beda, bergantung pada tingkatan najisnya.

    Untuk najis mukhafafah atau najis ringan yang meliputi air kencing bayi laki-laki yang berumur kurang dari 2 tahun dan belum pernah makan apa-apa selain ASI dapat disucikan dengan cara memercikkan air suci ke permukaan yang terkena najis.

    Untuk najis mughaladhoh atau najis berat meliputi air liur anjing dan babi dan keturunannya. Cara mensucikannya adalah dengan dengan membasuhnya dengan air sebanyak 7 kali dan salah satunya dicampur dengan tanah.

    Untuk najis mutawasittah atau najis sedang, yaitu najis yang selain kedua di atas meliputi segala sesuatu yang keluar dari dubur dan qubul kecuali air mani, cairan yang memabukkan, bangkai kecuali bangkai ikan, belalang dan manusia, darah, dll. Cara mensucikannya adalah dengan cara mengalirkan air ke permukaan yang terkena najis.

    Berikut ada contoh kasus sederhana yang ternyata banyak muslim yang masih belum mengerti hukum dan cara mensucikannya.

    Jika ada seseorang yang berwudlu kemudian berjalan dan menginjak najis. Bagaimana hukum wudlunya?

    Hukum wudlunya adalah masih sah. Karena terkena najis bukanlah hal yang membatalkan wudlu. Yang harus dilakukannya adalah cukup mensucikan anggota tubuhnya yang terkena najis tadi, yaitu dengan cara mengalirkan air suci ke anggota tubuh tersebut.

    Perkara bersuci ini sebenarnya sepele, namun jika tidak dilakukan maka ibadah-ibadah yang kita lakukan tidak akan diterima oleh Allah SWT. Karena salah satu syarat sahnya sholat adalah suci. Jadi, penting sekali untuk memperhatikan perkara bersuci ini. Semoga ilmu yang sedikit ini bermanfaat bagi kita semua. Sebagian ulama mungkin berpendapat lain, ini hanya beberapa hal yang saya pelajari ketika saya ngaji di madrasah dulu. Mohon koreksinya jika ada yang salah.

    with love🙂
    rangga

    This entry was posted in Non Fiksi, Non Ilmiah. Bookmark the permalink.

    Leave a Reply

    Fill in your details below or click an icon to log in:

    WordPress.com Logo

    You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

    Twitter picture

    You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

    Facebook photo

    You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

    Google+ photo

    You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

    Connecting to %s