Sejatinya, Tahlilan itu Dasar dari Pancasila


Terdengar agak kontroversi memang. Sementara beberapa orang Islam justru sangat membenci Tahlilan yang biasanya ditunaikan oleh kaum Nahdliyin ini. Beberapa golongan bahkan mengkafirkan, menyebut bid’ah, dan lain sebagainya.

Mari kita coba telaah satu per satu.

Sila Pertama – Ketuhanan Yang Maha Esa
Sudah jelas. Bacaan Tahlil adalah bacaan yang meng-Esa-kan Tuhan. La ilaha illlallah. Tiada Tuhan Selain Allah. Namanya saja Tahlilan, sudah pasti bacaan yang paling banyak dibaca adalah bacaan Tahlil yaitu bacaan yang meng-Esa-kan Allah SWT.

Sila Kedua – Kemanusiaan yang Adil dan Beradab
Orang yang mengundang untuk Tahlilan sudah pasti Adil. Karena semua yang diundang tidak diperlakukan berbeda. Lurah, camat, buruh, petani, karyawan semuanya mendapatkan berkat yang isinya sama. Semua duduk lesehan, nggak ada yang satu duduk di kursi sofa, yang satu lagi duduk di kasur, yang satu duduk lesehan. Semua diperlakukan sama.

Beradab. Sudah pasti orang yang diundang adalah orang yang beradab. Tahu sopan santun. Nggak ada sejarahnya jamaah Tahlil yang diundang tahu-tahu nyelonong ke dapur yang punya rumah. Sudah pasti mereka yang diundang akan masuk ke ruang tamu yang sudah disiapkan tikar atau karpet untuk duduk lesehan.

Sila Ketiga – Persatuan Indonesia
Jamaah Tahlil itu sudah pasti bersatu. Nggak ada ceritanya jamaah Tahlil kumpulnya yang 5 di Karangrejo, yang 3 di Sumbergempol, terus yang 2 lagi di Wajak Lor. Mereka pasti bersatu di tempat yang sama, di tempat yang sudah ditentukan bersama. Itu adalah wujud persatuan.

Sila Keempat – Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan Perwakilan
Yang memimpin Tahlil adalah Kiai. Orang yang dianggap memiliki Hikmah dan juga Bijaksana. Belum pernah ada ceritanya seorang bandar togel jadi imam tahlil. Nggak ada ceritanya juga, tukang klothok jadi imam tahlil. Orang yang diundang adalah perwakilan dari setiap keluarga. Bukan semua anggota keluarga. Kalau semua anggota keluarga datang, bangkrut yang punya hajat.

Sila Kelima – Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia
Bagi-bagi berkat sudah pasti berdasarkan prinsip keadilan. Semuanya dapat bagian yang sama. Bupati dan Petani mendapatkan masing-masing satu. Nggak ada ceritanya bupati dapat 2 terus petani dapat 1. Semuanya dibagi rata dan adil.

This entry was posted in Catatan Kehidupan, Motivasi Hidup. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s