Mengapa Rok Seragam Sekolah Jepang Pendek?


Akhir-akhir ini saya jarang sekali nonton TV Lokal. Kebanyakan acara TV yang saya tonton adalah ANIMAX dan WAKU WAKU JAPAN. TV lokal yang saya tonton hanya Doraemon, Crayon Shinchan, dan BIMA X (anak kecil banget sih tontonannya).

Kebanyakan genre anime sekarang berkisah tentang anak SMA yang menyelamatkan dunia bersama teman-temannya. Yang membuat saya penasaran adalah, seragam sekolah anak-anak SMA Japan yang ada di anime dan dorama Japan. Kenapa ya rok seragam sekolah Japan pendek? Setelah mencari-cari dari beberapa sumber, ternyata pada awalnya seragam sekolah Japan itu seperti di Indonesia. Baju lengan pendek dengan rok pas lutut (Ini yang kita bahas seragam sekolah cewek ya.. saya tegaskan di sini karena saya tahu pembaca di sini suka mbantah orangnya. hahaha).

seifuku

Lalu apa yang menyebabkan seragam sekolah siswa Japan menjadi seperti sekarang ini? Zaman dahulu anak-anak cewek Japan mengenakan kimono ketika bersekolah yang tentu saja menyulitkan gerak mereka ketika beraktivitas terutama berolahraga. Kemudian ide seorang kepala sekolah Fukuoka jo Gakuen, Ibu Elizabeth Lee yang teringat dengan model seragam yang dipakainya ketika belajar di Inggris, yaitu baju Sailor/Pelaut.

Tahun 1918, Ibu Elizabeth meminta seorang penjahit di Oota Toyokichi untuk menjahitkan baju atasan seragam anak-anak cewek. Tetapi Baju sailor itu ternyata robek ketika dipakai berolah raga, Ibu Elizabeth menyarankan agar dipasang resleting di bagian kiri/kanan baju dari arah ketiak. Tapi kelihatannya resleting ini tidak lazim dikenakan.

Kendala selanjutnya gerakan anak-anak masih terhambat karena rok yang mereka pakai masih berbentuk lurus panjang. Ibu Elizabeth pun datang kembali ke penjahit dan menjelaskan agar dibuat rok yang memudahkan anak-anak bergerak. Penjahit mendapat ide membuat rok berlipit-lipit setelah melihat gorden yang tertiup angin tetapi setelah itu dan dapat kembali ke bentuk semula. Akhirnya dibuatlah rok lipit-lipit.

Pada tahun 1921, pertama kali pemakaian seragam sailor di Japan. Pada tahun yang sama, sekolah Kinjou no Gakuen di Aichi juga memutuskan menggunakan seragam sailor. Adapun anak laki-laki mereka berseragam seperti tentara Japan dulu, lengkap dengan topinya yang disebut dengan `gakuran`. Sebenarnya pakaian sailor untuk siswi sebenarnya juga agak berkesan militer.

Seragam sailor biasanya dilengkapi dengan dasi, lalu disertai rok kotak-kotak berlipit-lipit, dan pada musim dingin para siswi sering memadukannya dengan Loose Shocks (kaus kaki kedodoran). Di beberapa sekolah seragam sailor tidak dipakai lagi, tapi diganti dengan blazer atau kemeja putih berlengan pendek atau panjang. Tapi rok yang dikenakan tetap pendek, Anak-anak SMA di Japan lebih modis dan punya gaya berseragam yang unik-unik.

Tapi lambat laun rok yang dipakai siswi-siswi Japan semakin pendek. Para pria menyukai seragam ini, tidak hanya pria di Japan karena seragam sekolah anak cewek Japan membuat mereka terlihat cantik dan sexy dengan rok mini berlipat-lipat dan seragam atasan dengan kain putih tipis yang apabila basah terkena keringat atau hujan membuat seragam itu jadi tampak sedikit transparan.

mayuyu

This entry was posted in Ilmiah, Ulasan and tagged . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s