Pertemuan tak Terduga Seorang Kawan Lama


Selasa 6 Jan 2015 kemarin, saya iseng-iseng BBM teman kuliah saya. Dia dulu pernah satu kelompok praktikum Pengukuran Besaran Listrik di semester 2. Biasanya sih jarang banget dibales. Entah kenapa, hari itu dibales dan saya meminta bantuan ke dia. Bantuan yang sebenarnya agak menurunkan harga diriku, tapi tak apalah, manusia tak dapat hidup sendiri. Selalu membutuhkan bantuan dari orang lain.

Jumat, 9 Jan 2015, saya membatalkan permintaan bantuan dikarenakan ada kendala teknis. Hahaha. Iseng-iseng saya ajakin makan dia, sudah lama banget nggak ketemu padahal kantor kami bersebelahan. Dan kebiasaan dia kalau diajak makan pasti ngeles terus kayak bajaj, selalu menolah dengan berbagai alasan. Les piano lah, les biola lah, khitanan bokap lah, nenek melahirkan lah, kucing di rumah sakit panu lah (alasan-alasan ini sengaja dibuat agak lebai), pokoknya ada aja alasannya. Tapi entah kenapa hari itu dia mau diajakin. Biar nggak terjadi kesalah pahaman, saya mengajak 2 teman saya untuk menemani biar nggak dikira homo jalan bareng. Hahaha.

Janjiannya sih jam 18.30 ba’da magrib. Setelah sholat magrib, saya langsung ke tempat janjian. Sayangnya, dia masih ada kerjaan. 30 menit menunggu dia nggak dateng-dateng. Ya udah, ngeteh dulu lah di pinggir jalan. Di belakang kantor dia ada pedagang kaki lima yang jualan teh poci. Lumayan enak lah tehnya. Aroma tehnya benar-benar kerasa. Nggak kayak teh celup sariwangi yang cuma warna merah doang, yang ini aromanya kerasa.

Sampek jam 20.00, dia nggak keluar-keluar. Ngabarin pun tidak. Hmm.. kayaknya nggak jadi nih. Tunggu bentar lagi lah. Lima menit kemudian dia BBM, katanya kerjaan udah selesai. Dia ngajakin jalan. Oke deh, kita udah siap di belakang kantor dia.

Di dalam mobil, dia ditelpon sama rekannya. Kayaknya sih masalah kerjaan. Hueee… si dia-nya nrocos pake English. Nggak ketemu 4 tahun, perkembangannya luar biasa. Selama kuliah aku nggak pernah lihat dia ngomong english, baru kali ini. Fasih banget English-nya sampek ke makhroj-makhroj-nya. Empat tahun ini ngapain aja ya aku? Bahasa Indoneisa aja masih belum lancar. Pantesan aja dia sering ke luar negeri. Asia Tenggara kayaknya udah kayak kampung halaman. Malaysia, Singapore, Myanmar, Thailand, Kamboja semuanya udah pernah disinggahi. Japan, Italia juga. Lha aku, baru dua kali ngecap paspor, ke Malaysia sama Eropa (Czech, Austria, Swiss).

Senang banget bisa ngobrol lagi kayak jaman kuliah. Dia cerita banyak tentang kerjaan dia. Dia posisinya jadi sales. Salah satu lulusan yang melenceng dari jurusan, termasuk aku juga melenceng malah masuk ke marketing. Hahaha. Ya semoga tali silaturahim ini tidak terputus dan bisa ketemu dengan rekan-rekan yang lain.

This entry was posted in Catatan Kehidupan. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s