Blendrang Travelling ke Eropa


Saya pengen cerita pengalaman saya berkunjung ke Eropa bulan September 2014 kemarin. Ini mungkin jadi pengalaman sekali seumur hidup mengingat biaya perjalanan dan akomodasi di sana yang super mahal. Perjalanan saya mulai dari Jakarta, 5 September 2014. Berangkat dari Cengkareng menuju ke Dubai, pesawat boarding sekitar jam 00.30 dini hari 6 September 2015. Pesawat menggunakan maskapai Fly Emirates. Lagi-lagi mungkin ini pengalaman sekali seumur hidup bisa naik maskapai kelas atas dari UEA ini.

Sampai di Dubai sekitar jam 3 waktu setempat. Takjub melihat bandara Dubai yang super megah. Perjalanan dari pesawat menuju ke Gate ditempuh dalam waktu sekitar 30 menit menggunakan bus. Kebayang kan luasnya bandara ini, mungkin satu kecamatan dipakai jadi bandara semua.

Di dalam bandara, saya menunggu penerbangan berikutnya ke Prague, Czech sekitar jam 6 pagi waktu setempat. Karena masih lama, saya sholat subuh dulu di Dubai. Air wudhu-nya panas banget. Beda dengan di Jakarta yang dingin banget. Selepas sholat, saya menuju ke gate selanjutnya. Dalam perjalanan ke gate, saya menemukan taman di dalam bandara. Mantab bener nih bandara.

dubai

Oke, perjalanan saya lanjutkan ke Prague. Dalam pesawat, kerjaannya cuma makan, tidur, makan, tidur, pipis. Untung aja nggak kebelet boker. Nggak ada air buat cebok soalnya. Oke, ceritanya langsung lanjut di Prague aja ya.

Sesampainya di Prague, rombongan kami menuju ke hotel tempat kami menginap menggunakan taksi. Dalam perjalanan, saya takjub melihat jalanan di sana. Kanan kiri jalan trotoarnya luas banget. Minimal trotoar itu 1.5m, nggak kayak di Jakarta. Jakarta adalah neraka bagi pejalan kaki. Gubernur yang sekarang katanya bagus pun tak akan sanggup mengubah image Jakarta neraka bagi pejalan kaki.

Yang paling kerasa beda di Eropa adalah kenyamanan pejalan kaki. Di Czech, pejalan kaki benar-benar dimanjakan. Kalau ada orang di tepi jalan akan menyeberang, mobil atau motor PASTI akan berhenti untuk memberikan kesempatan bagi pejalan kaki tersebut menyeberang. Kalau mobilnya ngeremnya terlalu dekat dengan pejalan kaki, walaupun si pejalan kaki yang salah, pengemudi mobil lah yang akan meminta maaf. Beda banget kan dengan di Jakarta. Kalau di Jakarta, pejalan kaki yang dimaki-maki. Di Jakarta itu, jalan adalah hutan belantara.

Di Prague, tempat wisatanya adalah tipe kebudayaan. Mirip dengan Jawa Tengah yang dipenuhi peninggalan-peninggalan kebudayaan kuno, di Prague banyak gereja-gereja tua dan beberapa kastil peninggalan kebudayaan kuno. Kemarin saya kebetulan melewati Charles Bridge dan kawasan kota tua di Prague. Termasuk mengunjungi jam astronomical yang putarannya sebanyak 24, bukan 12 seperti jam konvensional. Uniknya jam ini sangat presisi. Kebetulan jam saya sync dengan internet, dan tingkat presisi hingga sekitar 1 menit.

jam

Kebetulan saya kurang tertarik dengan wisata seperti itu, kita skip aja dan lanjut ke perjalanan berikutnya. Kota Brno. Dari Prague saya naik Bus Student (kalau nggak salah itu namanya, warna bisnya kuning) menuju ke Kota Brno. Kota Brno, konon katanya, adalah kota paling murah di Eropa. Biaya hidup di Brno adalah setengah dari kota Prague. Ya mungkin Brno ini Surabaya, Prague itu Jakarta. Obyek wisata di Brno mirip dengan di Prague, gereja dan kastil tua. Sayangnya di sini saya tidak sempat mengunjungi sirkuit motogp Automotodrome Brno.

brno

Dari Brno, rombongan kami melanjutkan perjalanan ke Vienna, Austria. Oya, hampir lupa. Di Czech, mata uang yang dipakai adalah Krone, nah kalau di Austria mata uangnya adalah Euro. Menurut saya, Vienna adalah kota paling tertib yang pernah saya kunjungi. Ketika saya keluar dari stasiun kereta bawah tanah, saya melihat penumpang naik menggunakan eskalator dan berdiri di satu sisi sebelah kanan. Sedangkan yang berjalan berada di sebelah kiri. Nggak kayak di Jakarta, sebelah kanan dan kiri eskalator penuh sama orang yang berdiri. Kalau ada orang yang pengen jalan jadi kesusahan. Enaknya lagi (sama dengan di Czech sih), kalau kita mau naik angkutan umum, trem misalnya, orang yang mau naik selalu memberikan kesempatan penumpang yang mau turun terlebih dahulu. Jika saya mengamati rekan saya yang dari Indonesia, kelihatan banget bedanya. Mereka main masuk aja kayak di Indonesia. Ini foto di pinggiran kota Vienna, saya lupa namanya. Tapi pada dasarnya, wisata di Vienna mirip dengan Prague dan Brno yang dipenuhi gereja dan kastil tua.

vienna

Oke, kita lanjut ke tujuan berikutnya. Switzerland alias Swiss. Dari Vienna kami meneruskan perjalan ke Zurich menggunakan kereta malam. Enaknya kereta ini, ada tempat tidurnya. Jadi kita bisa istirahat sambil selonjoran. Berangkat petang, sampai di Zurich pagi hari. Dalam perjalanan, saya melewati negara kecil yang saya lupa namanya yang mana tariff international roamingnya (untuk data) sekitar 1.5jt untuk 50MB. Untung mobile data sudah saya matikan. Gawat kan kalau sampek tagihan kartu halo bengkak gara-gara kepake yang nggak jelas.

Selanjutnya dari Zurich saya menuju ke kota Engelberg, kayak kota Malangnya gitu. Atau mungkin Bandung juga bisa. Selama perjalanan, mata saya dimanjakan dengan pemandangan alam yang luar biasa. Kanan kiri serba hijau. Ini adalah kota terindah yang pernah saya kunjungi.

swiss0

Di Engelberg, saya naik ke puncak gunung di Engelberg dan melihat salju. Nggak peduli kelihatan ndeso, sing penting iso ndelok salju, hahaha.

swiss

Yang paling berkesan dari Swiss adalah, semuanya serba mahal gila. Kencing aja harus bayar 2 Franc. 1 Franc sekitar 14rb rupiah. Kebayang dong kalau kamu sehari pipis sepuluh kali, bisa abis 280rb hanya buat pipis. Itu di Zurich. Di Engelberg, harga beras 1KG sekitar 20 Franc. Nggak heran kalau orang Eropa nggak suka makan nasi, lha wong harga berasnya aja sekilo 280rb.

Huft, pengalaman di Eropa membuat saya lebih tertib di Jalan Raya. Sekarang, saya selalu memberikan kesempatan pejalan kaki untuk menyeberang terlebih dahulu. Ya walaupun pejalan kaki agak kagok ketika diberi kesempatan, semoga dengan hal kecil seperti ini bisa membuat budaya orang Jakarta menjadi lebih baik. Ceritanya dilanjut nanti yeee.. saya mau pulang dulu. Hehehe.

This entry was posted in Catatan Kehidupan. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s