Pak Anan


Waktu SMA, saya punya temen namanya ete. Sebenarnya dulu waktu SMP saya satu sekolah sama dia, tapi kurang begitu kenal karena nggak satu kelas. Ndilalah kersane ngalah, SMA kok ya satu kelas mulai dari kelas X sampai lulus.

Dulu waktu SMA, kebiasaan SD suka manggil temen dengan nama bapaknya masih jadi trend. Padahal kalau di Japan, dipanggil nama bapak itu adalah hal yang lumrah. Ya karena struktur namanya cuma ada 2 suku kata, nama keluarga (biasanya ikut nama bapak) dan diikuti nama pribadi. Contoh, kalau ada orang namanya Nakagawa Haruka berarti nama bapaknya mengandung kata Nakagawa, sedangkan nama pribadinya adalah Haruka. Orang Jepang akan memanggil Nakagawa untuk menghormati orang tersebut. Nama Haruka hanya dipanggil oleh orang-orang terdekat saja atau bisa juga oleh orang yang lebih tua misalkan guru.

Nah, kebetulan nama bapaknya ete ini Pak Anan. Hal yang selalu saya ingat adalah bahwa nama orang tua tidak boleh dibuat mainan. Tapi ketika teman yang lain menasihati untuk tidak mempermainkan nama orang tua, justru itu adalah cara untuk menyebut nama orang tuanya ete. Nggak percaya, simak kutipan percakapan berikut ya.

Maji : Heh, berita iki ten-ANAN to? (sambil nyindir ete, penekanannya pada kata ANAN).
Mali : Ji, jeneng bapake wong ojo dinggo dol-ANAN (penekanan pada kata ANAN).
Maji : Sorry te, duduk maksudku nggawe dol-ANAN jenenge bapakmu. Iki ojo nesu, tak wenehi pang-ANAN.
Mali : Pang-ANAN model jaj-ANAN nggak enek to ji?
Celeng : Ji, rumus P=F/A iku gawe ngitung opo?
Maji : Iku gawe ngitung tek-ANAN leng. Ngono wae nggak ngerti.

Satu lagi teman saya, nama bapaknya pak Tazor. Di sekolah, namanya sendiri nggak terlalu populer, bahkan aku sendiri nggak tahu nama aslinya. Aku sih kenalnya Tazor.

Pada suatu acara di sekolah, dia ikut pertandingan basket antar SMA. Eh, SMA apa SMP ya? Aku lupa. Nah, pada saat itu banyak cewek-cewek yang menyemangati temen saya ini.

“Semangat Tazor..!! Semangat Tazor..!!”, teriak cewek-cewek.

Padahal di sampingnya ada bapaknya. Batine bapake, iki ngopo bocah-bocah cilik nyeluki jenengku?
Hahaha.

This entry was posted in Catatan Kehidupan, Cerita Humor. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s