Kudeta


Kudeta (bahasa Perancis: coup d’État pengucapan bahasa Perancis: [\ˌkü-(ˌ)dā-ˈtä\], –aduh ribet banget ya bacanya– atau disingkat coup pengucapan bahasa Perancis: [\ˈkōp\], berarti merobohkan legitimasi atau pukulan terhadap negara) adalah sebuah tindakan pembalikan kekuasaan terhadap seseorang yang berwenang dengan cara ilegal dan sering kali bersifat brutal, inkonstitusional berupa “penggambilalihan kekuasaan”, “penggulingan kekuasaan” sebuah pemerintahan negara dengan menyerang (strategis, taktis, politis) legitimasi pemerintahan kemudian bermaksud untuk menerima penyerahan kekuasaan dari pemerintahan yang digulingkan. Kudeta akan sukses bila terlebih dahulu dapat melakukan konsolidasi dalam membangun adanya legitimasi sebagai persetujuan dari rakyat serta telah mendapat dukungan atau partisipasi dari pihak non-militer dan militer (tentara).

kojinayui2

Dalam sejarah kudeta yang pernah terjadi di negara-negara di dunia ini, penyebab terjadinya kudeta secara umum adalah sebagai berikut.

Melemahnya kondisi ekonomi
Melemahnya kondisi ekonomi suatu negara mampu memicu kekacauan di segala bidang. Harga bahan pokok yang melambung tinggi, menurunnya nilai tukar mata uang dalam negeri, biaya hidup yang semakin tinggi, lapangan pekerjaan yang semakin sulit, adalah beberapa di antara dampak buruknya kondisi ekonomi suatu negara yang mampu menurunkan kepercayaan rakyat atas kepemimpinan seseorang dan mungkin akan memicu terjadinya kudeta.
Contoh : Indonesia di tahun 1998, pemerintahan Bapak Soeharto digulingkan oleh mahasiswa karena kondisi ekonomi yang memburuk di tahun 1998.

Penindasan terhadap rakyat
Kesewenang-wenangan pemerintah dalam membuat kebijakan yang mencederai mandat rakyat dapat memicu ketidakpercayaan rakyat terhadap pemimpinnya. Sementara rakyat menderita karena kebijakan-kebijakan ekonomi yang menyengsarakan rakyat, pejabat justru berfoya-foya menghabiskan anggaran pemerintahan akan memicu kemarahan rakyat.

Lemahnya pemimpin
Lemahnya sikap pemimpin dapat mengurangi kepercayaan rakyatnya. Sikap pemimpin yang tidak tegas dalam mengambil keputusan adalah salah satu bukti lemahnya pemimpin suatu negara. Morsi pemimpin Mesir adalah salah satu pemimpin yang dikudeta karena dianggap lemah dalam mengambil keputusan politis.

Hukum yang berpihak
Hukum yang memihak kepada golongan tertentu akan menurunkan kepercayaan rakyat terhadap kredibilitas pemimpinnya.

Kolusi dan Nepotisme yang kentara
Pengangkatan pejabat-pejabat negara dari kalangan keluarga atau kolega pemimpin yang dinilai tidak kompeten dengan jabatannya akan mengurangi kepercayaan rakyat terhadap pemimpinnya.

Kekerasan terhadap media
Pelemahan terhadap media melalui penutupan situs-situs media online adalah arah menuju sistem kediktatoran sebuah negara. Penutupan media-media semacam ini akan membuka mata rakyat akan kesewenang-wenangan pemimpin.

kojinayui

Untuk terjadinya sebuah kudeta, diperlukan seorang pemimpin yang dapat mem-persuasi massa untuk mendukung aksi kudeta. Dukungan dari rakyat sangat penting untuk melakukan kudeta. Ketika sebagian besar rakyat sudah tidak percaya lagi dengan pemimpinnya, maka itu adalah kesempatan yang besar untuk melakukan kudeta.

Berikut adalah beberapa nama yang berhasil melakukan kudeta di negaranya.
1. Sultan Qaboos bin Said al Said pada 23 July 1970 menggantikan Said bin Taimur dari Oman
2. President Teodoro Obiang Nguema Mbasogo pada 3 August 1979 menggantikan Francisco Macías Nguema dari Equatorial Guinea
3. President Yoweri Museveni pada 29 January 1986 menggantikan Tito Okello dari Uganda
4. President Omar al-Bashir pada 30 June 1989 menggantikan Sadiq al-Mahdi dari Sudan
5. President Idriss Déby pada 2 December 1990 menggantikan Hissène Habré dari Chad
6. President Isaias Afwerki pada 27 April 1991 menggantikan Mengistu Haile Mariam dari Eritrea
7. President Yahya Jammeh pada 22 July 1994 menggantikan Dawda Jawara dari The Gambia
8. Perdana Menteri Hun Sen pada August 1997 menggantikan Norodom Ranariddh dari Cambodia
9. President Denis Sassou Nguesso pada 25 October 1997 menggantikan Pascal Lissouba dari Republic of the Congo
10. Perdana Menteri Frank Bainimarama pada 5 December 2006 menggantikan Laisenia Qarase dari Fiji
11. President Mohamed Ould Abdel Aziz4 pada 6 August 2008 menggantikan Sidi Ould Cheikh Abdallahi dari Mauritania
12. Perdana Menteri Prayuth Chan-ocha pada 22 May 2014 menggantikan Niwatthamrong Boonsongpaisan5 dari Thailand
13. President of the Revolutionary Committee Mohammed Ali al-Houthi pada 7 February 2015 menggantikan Abd Rabbuh Mansur Hadi6 dari Yaman

This entry was posted in Ilmiah, Ulasan. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s