Terkuak, Alasan yang Bikin Betah di Jakarta! #SadariKeberadaanku


Judul posting yang mainstream banget akhir-akhir ini. Situs-situs berita yang berupaya menarik perhatian pembaca dengan judul yang membuat orang penasaran dan setelah masuk ke dalam ternyata isinya nggak terlalu menarik. Biasanya sih dihubung-hubungkan sama religi.

Hmm.. Kemarin kerjaan di kantor agak sedikit longgar, setelah report yang bertubi-tubi dan permintaan data dari McDonalds yang menyeretku ke dalam lembah kenistaan (agak sedikit lebai sih yang ini), akhirnya hari Kamis kemarin agak sedikit bisa bernapas lega. Sedikit sih, karena ternyata Jumat yang kebetulan libur hari buruh harus masuk kantor demi memenuhi hasrat beberapa oknum India dan China yang sedikit banyak menyebalkan. Hahaha.

Pengen cerita sedikit tentang orang India. Satu hal yang paling khas dari orang India adalah baunya. Entahlah, setiap dekat dengan orang India, suasana jadi awkward gitu. Mau nutup hidung nggak enak sama orang Indianya, nggak ditutup rasanya mau pingsan.

Kemarin abis makan siang, pengen turun dari lantai 3 untuk sholat di Masjid dekat kantor. Waktu mau masuk lift, ternyata di dalam ada 3 cewek India yang sepertinya abis makan siang di bawah. Ketiganya keluar lift dan aku pun masuk ke lift. Ketika 3 cewek itu lewat, seeenggg… baunya semerbak menyeruak seluruh lantai 3 hingga semua orang yang ada di sekitar lari… Lari menjauh dari bau tak sedap itu. Hahaha. Sepertinya bau itu bukan berasal dari bau badan, tapi aroma parfum yang dipakai mereka. Waktu masuk ke dalam lift pun, bau itu masih sangat terasa hingga aku harus menutup hidungku agar tak terbunuh oleh gas beracun yang ada di dalam lift. Dari situ aku berkesimpulan, kemungkinan bau yang ditimbulkan itu bukanlah bau badan tapi bau parfum khas mereka.

Oke kembali ke topik, sore kemarin itu kebetulan hari yang cerah. Walaupun suasana Jakarta sudah terlalu crowded untuk ditinggali, tapi apalah daya, Allah sudah membukakan pintu rizki-nya di sini. Kemacetan yang tiada akhir, biaya hidup yang semakin mahal, kebiadaban pengendara baik motor maupun mobil membuat banyak orang yang tak betah hidup di kota metropolitan ini. Lantas apa yang membuatku tetap bertahan di sini?

Sebenarnya jawabannya sederhana, temukan hal-hal kecil yang bisa membuatmu bahagia. Nggak usah sesuatu yang besar, cukup hal-hal kecil aja. Menikmati langit sore yang cerah, bercengkrama dengan sekretaris kantor (walaupun sudah susah mendapatkan moment yang ini), ngobrol dengan teman serumpun bahasa, jika kita mampu menikmati itu semua kita dapat merasakan kebahagiaan.

langit_sore

Seperti apa hari ini yang telah di lewati
Pasti terfikir saat di jalan pulang
Meski ada hal sedih, ataupun hal yang memberatkan
Tak apa asal yang bahagia lebih banyak
Karena tidak mau membuat keluarga dan teman
Dan orang di sekitar jadi khawatir
Kau paksakan tersenyum dan membuat kebohongan sedikit
Janganlah kau pendam semuanya di dalam hati…

Merasakan angin di saat musim berganti
Dan menyadari bunga di sebelah kaki
Jika dapat mensyukuri keberadaan kecil itu
Kita dapat rasakan kebahagian

Karena itulah, sadarilah hal-hal kecil yang ada di sekitarmu. Mungkin itu akan bisa membuatmu berbahagia. Jika kamu tak dapat menemukan hal-hal yang membuatmu bahagia, lantas mengapa kamu masih ada di sini? Keluarlah! Temukan kebahagian di tempat yang kamu inginkan. Jangan membuang waktumu untuk sesuatu yang tidak mampu membawamu kepada kebahagiaan.

This entry was posted in Catatan Kehidupan, Motivasi Hidup. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s