Pengalaman Traweh Hari Pertama


Traweh hari pertama selalu saja, masjid penuh sesak oleh jamaah. Ya walaupun nggak bertahan lama, paling tidak masjid yang ramai membuktikan bahwa Muslim di Jakarta itu banyak.

Benar saja, hari pertama traweh di masjid depan kost jamaah-nya membludak di luar kapasitas masjdi. Sebenarnya sih nggak niat traweh di situ, tapi apa daya di kantor nggak bisa ngerjain apa-apa, yasudah pulang saja sekalian traweh di situ.

Sholat Isya datang tepat waktu di saat iqomah dikumandangkan, saya sudah tiba di masjid. Maklum, masjidnya pas di depan kost. Tapi jamaah sudah memenuhi hampir seluruh area masjid. Tak ayal, saya harus naik ke lantai 2 mencari tempat yang agak kosong. Namun ternyata di lantai 2 pun sudah penuh sesak. Akhirnya dapet tempat paling belakang.

Selesai sholat Isya, banyak jamaah yang pulang duluan (mungkin ada urusan mendadak, positive thinking aja). Ya sudah, saya maju ke depan karena diarahkan oleh takmir masjid dan lagi barisan di depan banyak yang kosong.

Saya kaget ketika maju ke depan, ternyata barisan di depan sudah diisi shof cewek. Mau turun sudah nggak mungkin lagi karena di bawah sudah nggak ada tempat. Yasudah terpaksa saya sholat traweh di belakang makmum cewek. Dalam sholat saya sempat mikir hukum, namanya juga kiai, ini sholat sah nggak ya? Secara makmum di depan saya cewek, secara aturan makmum cewek harusnya di belakang makmum cowok. Tapi keadaan sangat darurat, tidak ada lagi tempat untuk sholat selain di situ. Ya sudah, karena sudah nggak ada tempat saya sholat aja. Allah yang menilai sah atau tidaknya sholat berjamaah saya. Saya lanjutkan sampai 8 rakaat. Selesai 8 rakaat saya langsung plencing ke bawah, bukan untuk pulang tapi ganti posisi yang benar. Maklum jamaah yang 8 mungkin 1/3 dari jamaah yang 20. Di bawah lumayan kosong karena banyak jamaah yang pulang.

Akhirnya pikiran tenang sholat dengan posisi yang benar. Semoga sholat saya diterima, karena kondisi darurat saya harus sholat dengan perasaan yang galau, apakah sholat saya ini benar? Wallahua’lam bishowab.

This entry was posted in Catatan Kehidupan, Galau. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s