Sudah BISA Makan Sushi


Mungkin ini adalah pencapaian terbesar dalam hidupku, hahaha, super lebai. Akhirnya saya bisa makan sushi tanpa muntah. Yeeyyy…

Saya pertama kali kenal makanan ini, tahun 2010 di resto Sailendra JW Marriot. Hueee.. Keren banget ya. Waktu itu juga sama seperti sekarang, bulan puasa juga. Masih belum kerja di operator terbesar di tanah air, waktu itu masih di operator yang namanya tidak menunjukkan posisinya. Waktu itu dapet undangan dari Huawei kalau ndak salah. Waktu ngambil, nggak berani makan karena katanya dagingnya mentah. Hahaha.

Pertama kali makan sushi, nggak di Jakarta, nggak di Indonesia. Waktu itu di Brno. Kebetulan nyari makan yang ada nasi-nya agak susah di situ, dan kebetulan ada satu restoran Chinese yang menyajikan makanan khas Asia dan tentu saja ada NASI! Bagi kami orang Indonesia, kalau belum makan NASI berarti belum makan. Mirip orang Japan ya, makanan utamanya NASI. Kebetulan di situ ada yang pesan sushi, karena penasaran, nyobain satu. Saat dikunyah rasanya agak aneh karena dagingnya masih mentah. Dan percobaan pertama, saya sukses makan sushi tanpa muntah walaupun agak susah nelannya.

Pengalaman kedua, di Jakarta, Jumat kemarin. Ngajak buber (buka berdua) bersama dengan L (bukan Ryuzaki yang jadi detektif di Death Note ya!) dan dia menyarankan untuk makan sushi. Awalnya sih pengen ngajakin satu temen lagi untuk menghindari 3in1, tapi ternyata takdir berkata lain. Ada kartu sakti yang membebaskan kami dari aturan 3in1 (entah kartu ini benar-benar sakti atau hanya mitos belaka).

Sampai di senayan city, ternyata tempat makannya rame banget sampek harus ngantri kurang lebih 30menit. Pas ngantri, eh dapet sms dari si dudut. Biasanya sih si dudut sms di tanggal 25, tapi hari ini agak telat karena konon katanya ada yang ngambek. Katanya lagi, si dudut bakal sms hari senin tanggal 29. Aku sih nggak peduli sebenarnya, soalnya saya BELUM punya masalah finansial, haha.

Emang kayaknya dimudahkan banget ya hari Jumat itu, ngajak makan langsung diiyain, pengganggu pulang duluan, sampek di tempat makan di sms sama si dudut, pulangnya dianterin lagi. Rejeki anak sholeh, hahaha.

Masalah yang selalu muncul ketika di tempat makan adalah, SAYA TIDAK TAHU MENU APA YANG HARUS SAYA PESAN. Karena biasanya makan selalu pesan Nasi Goreng dan Nasi Rames, dampaknya adalah mempermalukan diri sendiri ketika makan di rumah makan yang nggak konvensional. Dengan segala kerendahan hati, bibir inipun berucap, “Ini apa yang harus aku pesan ya?” Hahaha. Yasudah akhirnya menunya ngikut L aja deh.

Enaknya buka puasa itu, apapun makanannya rasanya pasti enak. Alhasil, sushi yang dagingnya mentah pun rasa di lidah jadi enak. Dan saya menikmati ikan salmon mentah yang dagingnya lumer di mulut (kata kuliner Japan yang ditayangkan di Waku Waku Japan sih gitu katanya). Dan rasanya memang Oishii..!!! Umaii..!!

Paling tidak, hari Jumat ini saya bisa mendapatkan satu sunnah dalam berpuasa. Berbuka dengan yang MANIS, walaupun yang MANIS belum tentu SAYANG, namun yang SAYANG belum tentu MANIS. Jadi yang MANIS dinikmatin aja ya. Mulai hari ini, saya siap travelling ke Japan! Terima kasih L!

death_note_l_wallpaper1.jpg

This entry was posted in Catatan Kehidupan, Japan. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s