Sejarah Rivalitas Rossi di Kelas para Raja


Selama berkarir di dunia balap, Valentino Rossi selalu menjadi topik pembicaraan. Mulai dari kelas 125cc, 250cc, sampai 500cc yang kemudian berganti menjadi MotoGP. Pebalap bernomor 46 ini merupakan legenda hidup yang sampai saat ini pun masih “mencari musuh” di karir balapnya di motogp.

2001-2003 Max Biaggi
Di tahun 2001, Valentino Rossi memasuki tahun kedua debutnya di Motogp. Debut awalnya (tahun 2000) di Motogp 500cc, diakhiri dengan peringkat 2 klasemen akhir balap disusul oleh Max Biaggi di posisi ketiga. Kala itu, Valentino Rossi tergabung dalam tim Repsol Honda sedangkan Max Biaggi di YAMAHA Factory Racing.

Di tahun 2001, perseteruan antara keduanya semakin menjadi. Puncaknya di sirkuit Suzuka Jepang di mana Max Biaggi menyenggol Rossi hingga keluar racing line. Merasa tidak terima, Rossi membalasnya di lap berikutnya dan mengacungkan jari tengah ke Biaggi usai melewatinya. Di tahun 2001, akhirnya Rossi mampu meraih gelar pertama juara dunia kelas 500cc (motogp).

Biaggi juga sempat meragukan kemampuan Rossi. Kemenangan yang diraih Rossi adalah keuntungan yang dia dapatkan karena bergabung dengan tim kuat Repsol Honda. Namun bukan Rossi kalau tidak membuktikan kemampuannya, Rossi pindah ke YAMAHA di 2004 dan memulai perseteruan dengan rival yang baru.

2004-2005 Sete Gibernau
Perseteruan Rossi dengan Biaggi sedikit mereda usai Biaggi tak lagi kompetitif. Usai pindah ke Gauloises YAMAHA, Rossi punya rival dari dari tim satelit Honda, Telefonica Movistar Honda, Sete Gibernau. Puncak pertarungan antara Rossi dan Gibernau terjadi di sirkuit Jerez tahun 2005.

Hubungan Rossi dan Gibernau memanas setelah Rossi menyenggol Gibernau di tikungan terakhir di Jerez demi merebut posisi pertama race saat itu. Race Jerez ditutup dengan kemenangan Rossi. Di tahun yang sama, Rossi juga mengamankan gelar juara dunia untuk yang ke-5 kalinya.

2007-2008 Casey Stoner
Casey Stoner menjadi salah satu rival terberat Rossi selama berkarir di motogp. Bersama tim Ducati, pebalap asal Australia bernomor 27 ini mampu merebut gelar juara dunia mengalahkan Rossi di posisi kedua.

Power YAMAHA kala itu tak mampu membendung kekuatan Ducati Desmosedici GP8 di track lurus. Walaupun Rossi mampu bermanuver di tikungan, namun ketika berada di track lurus, motornya selalu dilahap oleh Ducati. Namun dengan ketenangan dan pengalaman Rossi, Stoner harus terjatuh di gravel dan kemenangan pun menjadi milik Rossi. Stoner harus puas berada di posisi ke-2. Di tahun 2008, Rossi mampu merebut gelar juara dunia ke-6 kalinya selama berkarir di motogp dan merupakan gelar juara dunia ke-3 bersama YAMAHA.

2009-1010 Jorge Lorenzo
Tak puas berseteru dengan kubu tetangga, Rossi mencari musuh baru di kubu sendiri. Adalah Jorge Lorenzo yang menjadi rival terberat bagi Rossi hingga Rossi harus memutuskan tali silaturahim dengan YAMAHA dan hengkang ke pabrikan asal Italia, Ducati. Lorenzo yang memulai debut motogp di tahun 2008, mulai matang di tahun 2009 dan akhirnya mampu merebut gelar juara dunia di tahun 2010.

Pertarungan paling sengit kedua pebalap disuguhkan di 3 lap terakhir sirkuit Catalunya Barcelona pada tahun 2009. Kedua pebalap berganti posisi 1 dan 2 sepanjang 3 lap terakhir. Namun dengan matangnya Valentino Rossi, akhirnya balapan dimenangi oleh Valentino Rossi. Rossi meraih gelar Juara dunia untuk ke-7 kalinya di kelas motogp sekaligus gelar ke-4 bersama YAMAHA. Di tahun 2010, kubu YAMAHA adalah satu-satunya pabrikan yang memiliki dua sponsor ban yang berbeda, Rossi menggunakan Bridgestone sedangkan Lorenzo menggunakan Michelin. Ini adalah imbas dari perseteruan dua pebalap tersebut.

2015 Marc Marquez
Setelah sempat terpuruk bersama Ducati di tahun 2011 dan 2012, akhirnya Rossi pulang ke haribaan. Rossi memutuskan untuk kembali ke pangkuan YAMAHA dan mulai bangkit di 2013. Dua tahun pertama adalah masa yang cukup berat untuk Rossi karena harus beradaptasi kembali dengan YAMAHA dan harus puas bertengger di posisi 4 dan akhirnya mampu naik ke posisi 2 di tahun keduanya.

Di tahun ke-3 bersama YAMAHA ini, Rossi yang sudah tak muda lagi akhirnya mampu bersaing lagi di papan atas dan saat ini mampu berada di jajaran teratas klasemen sementara pebalap. Di tahun 2015 ini juga, YAMAHA mampu berbicara banyak dan unggul sebagai klasemen pabrikan mengungguli Ducati dan Honda.

Rivalitas Rossi tak berhenti di Jorge Lorenzo, Rossi mulai menabur benih-benih perseteruan dengan Marc Marquez sejak seri ke-3 GP Argentina. Puncak perseteruan Rossi adalah di GP Assen Belanda, sepekan kemarin (29 Juni 2015). Menguntit sepanjang 20 lap, Marquez akhirnya berhasil menyalip Rossi di tikungan di sisa 6 lap balapan. Tak tinggal diam, di 3 lap tersisa, Rossi berhasil merebut kembali posisi terdepan hingga di tikungan terakhir, Marquez yang mencoba merebut posisi puncak harus bersenggolan dan mengakibatkan Rossi masuk ke gravel. Namun beruntung bagi Rossi karena mampu menyelesaikan lomba dengan finish di posisi pertama.

Rossi memang legenda hidup motogp. Tak ada keseruan di motogp kalau nggak ada Valentino Rossi.

This entry was posted in Otomotif, Ulasan and tagged , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s