Kebudayaan Tradisional yang Pernah Ngetop di Indonesia


Acara TV di Indonesia saat ini didominasi oleh acara talkshow. Bisa dikatakan hampir semua stasiun TV mempunyai program acara talkshow yang dibumbui oleh komedi alias dagelan. Dahulu yang pelawak atau komedian adalah ladang yang subur bagi seniman berwajah pas-pasan, kini model sekelas Chika Jessica dan Gading Martin pun banting setir menjadi komedian.

Acara talkshow bergenre komedi dipopulerkan oleh Trans7 melalui acaranya Empat Mata yang sempat dipaksa berhenti tayang dan kemudian berganti nama menjadi Bukan Empat Mata yang masih dipandu oleh Tukul Arwana. Acara ini termasuk acara talkshow dengan durasi yang cukup lama, kurang lebih hampir 10 tahun mengudara.

Tapi tahukah kamu, kebudayaan tradisional terutama Jawa pernah menjadi menempati deretan acara populer di awal tahun 2000an. Berikut adalah kebudayaan tradisional yang pernah populer di TV nasional Indonesia.

  • Wayang Orang
    1. Ria Jenaka adalah acara komedi yang mengadopsi wayang orang. Acara ini ditayangkan oleh TVRI pada tahun 1980an dan 1990an pada hari Minggu pagi. Tokoh utama dari acara ini adalah punakawan, tokoh pewayangan Jawa yang terdiri dari Semar, Petruk, Gareng, dan Bagong.

      Ria Jenaka

      Ria Jenaka

  • Kethoprak Humor
    1. Kethoprak Humor

      Kethoprak Humor

      Kethoprak Humor pertama kali muncul pada tahun 1999 (kalau nggak salah sih) dan mencapai puncak keemasannya pada awal tahun 2000an. Kethoprak Humor diisi oleh para bintang Srimulat yang pada saat itu sedang meredup dan akhirnya memunculkan acara baru ini. Kethoprak Humor ditayangkan oleh RCTI setiap hari Sabtu jam 21.00 (kalau nggak salah inget) dan saat ini ditayangkan ulang oleh MNC Comedy setiap hari Senin s.d. Jumat jam 21.00 (update 2015-07-25).

      Acara ini berhasil mempopulerkan kembali nama Timbul dan juga mengangkat komedian baru Topan dan Leysus. Topan dan Leysus saat itu sangat populer dengan ciri khas pisuhan “diaammpuutt”nya (mungkin jika Topan Leysus keluar di tahun 2010an tidak akan bisa setenar ini mengingat sensor yang begitu ketat). Bahkan karena kepopulerannya, Topan Leysus mempunyai acara sendiri di RCTI dengan judul Toples berdurasi 30 menit.

  • Ludruk
    1. Ludruk juga sempat populer di awal tahun 2000an. Adalah SCTV yang mencoba mengangkat budaya Jawa Timuran ini dengan mencoba mengadaptasi dari Kethoprak Humor yang sudah populer sebelumnya. Saya agak lupa nama acaranya apa, namun SCTV berhasil mengangkat nama Ribut di kancah komedian tanah air.
  • Opera van Java
    1. Opera Van Java

      Opera Van Java


      Lagi-lagi Trans7 di awal tahun 2010an. Dengan mengadopsi wayang orang dan memolesnya dengan sedikit sentuhan modern dengan cerita yang nggak melulu tentang ramayana dan mahabarata, OVJ berhasil mengangkat nama Andre Stinky, Sule, Parto, Azis, dan Nunung menjadi top komedian tanah air. OVJ sempat mendapat kritikan pedas dari para haters karena menampilkan komedi sarkasme.

      Kesuksesan OVJ tak lepas dari peran serta Alm. Olga Syahputra yang selalu total dalam setiap lawakan-lawakannya. Walaupun terkadang agak menyinggung perasaan bagi yang sensitif karena terkadang menyinggung fisik.

  • Wayang Kulit
    1. Wayang Kampung Sebelah

      Wayang Kampung Sebelah

      Wayang kulit pernah populer di Indosiar di tahun 2000an. Ditayangkan pada tengah malam, Indosiar mencoba menyasar segment yang sudah matang yang ingin bernostalgia dengan pagelaran wayang kulit. Saat ini wayang kulit juga bisa dinikmati di TVRI dan beberapa TV lokal terutama di Jatim (kalau Jateng kurang tahu).

      Dalang favorit saya adalah Ki Enthus Susmono. Dalang yang bisa dibilang kontroversial ini juga pandai bertauziyah dengan gaya ala pesantren Jawa Timuran. Dalang yang fasih berbahasa Jawa dan Banyumasan ini selain pandai mendalang wayang kulit juga pandai mendalang wayang golek. Saat ini beliau menjadi Bupati Tegal.

      Selain wayang kulit konvensional, MNC TV juga pernah mempopulerkan wayang kulit yang telah dimodernisasi. Acara keluaran MNC TV ini mereka sebut Wayang Kampung Sebelah yang isinya lebih condong ke kritik sosial. Cerita yang dibawakan pun juga terbilang ringan karena mengadopsi cerita dalam kehidupan sehari-hari. Saat ini acaranya sudah berhenti tayang namun masih bisa disaksikan tayangan ulangnya di MNC Comedy. Beberapa tokoh yang muncul adalah parodi dari artis-artis Indonesia seperti Ruhut Sitompul, Inul Daratista, Rhoma Irama, dll.

  • Wayang Golek
    1. Bukan Sekedar Wayang

      Bukan Sekedar Wayang

      Kali ini NET TV berusaha memanfaatkan talenta Sule dalam mendalang dalam sebuah acara Bukan Sekedar Wayang. Mirip dengan konsep Wayang Kampung Sebelah, Bukan Sekedar wayang mengadopsi cerita dalam kehidupan sehari-hari dengan tokoh parodi seperti Barrack Obama, Shinchan, Sule, dll.

Itulah sedikit acara yang berhasil saya ingat dan pernah saya tonton. Siapa bilang saya cuma tahu kebudayaan luar negeri? Saya masih sangat mencintai budaya lokal terutama budaya Jawa. Mulai dari wayang, tembang, kethoprak, dan lain sebagainya.

Di tengah gempuran era globalisasi, semoga kearifan budaya lokal tidak tergerus oleh budaya asing. Terutama yang sekarang lagi marak adalah budaya korea. Tetap cintai budaya Indonesia, jangan sampai kamu baru marah-marah kalau budaya kita sudah dicaplok Malaysia karena terlalu peduli dengan budaya asing.

This entry was posted in Art, Kebudayaan Lama and tagged , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s