7 Pernyataan Maaf dalam Bahasa Jepang


Di Japan, meminta maaf adalah sebuah budaya yang sangat lazim dilakukan. Meminta maaf adalah salah satu budaya Jepang yang sangat berpengaruh terhadap masyarakatnya. Hal ini bisa dilihat dari bahasanya.

Dalam sebuah bangsa, kebudayaan juga dapat dilihat dari bahasanya. Bahasa mencerminkan perilaku masyarakat yang menciptakan budaya tersebut. Sebagai contoh, orang Jawa sangat menghormati orang yang lebih tua dan menggunakan gender sebagai ukuran status sosial. Oleh karena itu, orang Jawa mempunyai yang berbeda antara orang yang lebih tua dengan yang lebih muda dan juga berdasarkan gender-nya. Contohnya adalah kata mas, mbak, nduk, dan ngger atau thole.

Di Japan, orang bisa mengekspresikan rasa maaf dengan beberapa kata yang berbeda. Berikut adalah contoh kata maaf dalam bahasa Japan.

gomen

1. Sumimasen 「すみません」
Bisa diartikan permisi. Kata ini bisa dipakai ketika kamu menabrak seseorang di subway atau bisa juga ketika kamu akan akan bertanya sesuatu kepada orang yang tidak dikenal. “Ano.. sumimasen, toire wa doko desu ka?” Artinya, “Ehm.. permisi, toilet di sebelah mana ya?” Bentuk lampau dari sumimasen adalah sumimasen deshita 「すみませんでした」 bisa dipakai untuk meminta maaf atas kesalahan yang sudah lama diperbuat.

2. Shitsurei 「しつれい」
Variasi yang biasa dipakai adalah shitsurei shimasu 「しつれいします」 bisa dipakai ketika akan masuk ke kamar atau rumah orang lain. Bentuk lampaunya bisa juga dipakai karena telah masuk ke kamar orang lain yaitu shitsurei shimashita 「しつれいしました」

3. Suman 「すまん」
Atau bisa juga sumanai「すまんない」, bentuk ringan untuk meminta maaf, misalkan kepada teman karena tidak sengaja menginjak kakinya.

4. Warui「わるい」
Kedudukannya hampir sama dengan sumimasen dan suman/sumanai. Kata ini juga sering diucapkan oleh Son Goku dalam serial Dragon Ball.

5. Shikkei 「しっけい」
Kata ini jarang dipakai, biasanya dipakai oleh orang-orang diperkantoran.

6. Gomen 「ごめん」
Selain kata sumimasen, kata gomen adalah kata yang paling sering diucapkan untuk meminta maaf. Bisa juga ditambahi dengan partikel ne untuk mempertegas menjadi gomen ne「ごめんね」. Kemudian untuk memperhalus, bisa ditambahkan kata nasai menjadi gomen nasai「ごめんなさい」.

7. Moushiwake 「もうしわけ」
Moushiwake adalah bentuk permintaan maaf yang paling sopan. Kata ini dipakai oleh orang yang telah benar-benar menyesal dan malu telah melakukan kesalahan. Kata ini biasa dikombinasikan dengan kata gozaimasen menjadi moushiwake gozaimasen deshita「もうしわけございませんでした」 dan juga dengan kata arimasen menjadi moushiwake arimasen deshita「もうしわけありませんでした」. Bentuk yang paling sopan bisa menggunakan kata makoto ni moushiwake gozaimasen deshita「まことにもうしわけございませんでした」.

This entry was posted in Japan. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s