5 Produk Gagal Telkom


Sebagai raksasa perusahaan telekomunikasi di Indonesia, PT TELKOM seperti sedang lengah. Tidak sedikit investasi yang dikeluarkan untuk membuat sebuah produk, namun para sales TELKOM seperti lesu dalam menjual produknya. Sebut saja produk IndieHome yang sekarang sedang booming. Di tengah banyaknya permintaan pemasangan, banyak juga keluhan lamanya pemasangan sampai berbulan-bulan baru ditangani.

Karyawan TELKOM seperti lengah bahwa di era digital seperti sekarang, kepuasan pelanggan adalah yang paling utama. TELKOM lengah bahwa dia tidak bermain sendiri di bisnis triple play (internet, tv, phone) ini, masih ada First Media dan Sinar Mas dengan MyRepublic-nya.

Tidak hanya penjualan, layanan purna jual pun juga tak kalah buruk. Seperti tidak ada sinergi antara jalur call center 147 dengan plasa telkom. CS di plasa telkom tidak tahu menahu soal keluhan yang telah disampaikan melalui call center 147. Ini bukan keluhan pribadi, rekan-rekan saya yang lain pun ternyata juga mengalami hal yang serupa.

Mungkin itu beberapa alasan yang mempengaruhi banyaknya produk dan layanan TELKOM yang mati di tengah jalan seperti produk-produk di bawah ini.

1. Groovia TV
Sebuah layanan TV berbasis IP yang diluncurkan TELKOM ini sudah tak lagi terdengar gaungnya. Apakah sudah di-terminate atau bertransformasi menjadi USEETV, tak banyak orang yang tahu. Bahkan website resminya pun juga sudah tak di-maintain lagi.

Groovia_TV

2. TelkomVision dan YesTV
TelkomVision adalah layanan TV berbayar berbasis satelit, sedangkan YesTV adalah sub-product dari TelkomVision. Sempat mengudara di kanal frekuensi C-band, TelkomVision bahkan sekarang sudah dijual ke TransMedia. Entah karena strategi bisnis karena akan meluncurkan layanan triple play IndieHome atau memang tak sanggup lagi me-maintain produk tersebut, hanya TELKOM yang tahu alasannya.

2327338_logoyestv2

1000px-TelkomVision_Logo.svg

3. Telkom Flexi
Telkom Flexi adalah salah satu produk komunikasi seluler berbasis CDMA. Berbeda dengan anak usahanya, TELKOMSEL yang bermain di teknologi GSM dan berlisensi mobile cellular, Telkom Flexi berlisensi fixed cellular dan ditangani langsung oleh TELKOM. Entah alasan apa yang membuat TELKOM mau berinvestasi di bisnis ini, apakah untuk melindungi TELKOMSEL atau mencoba berdiri kembali dengan berpijak pada kekuatan CDMA, namun harus disayangkan Telkom Flexi harus benar-benar mati dan pelanggannya sudah mulai dimigrasikan ke TELKOMSEL dengan nebeng brand Kartu As Flexi.

telkom-flexi

4. Delima
Saya tidak terlalu paham dengan layanan Delima ini, apakah fokus pada jasa pengiriman uang seperti wesel pos atau ingin bermain e-money. Sayangnya ketika saya ingin membuka website resminya, situs delima tidak bisa saya buka. Jika ingin bermain e-money, jadi terkesan ada persaingan antara TELKOM dengan anak usahanya yaitu TELKOMSEL dengan produknya TCASH.

delima

Blanja.com
Blanja.com adalah produk layanan TELKOM yang berupa market place yang bekerja sama dengan ebay. Sebenarnya blanja.com belum dikatakan gagal karena baru saja dimulai. Tapi sayangnya tidak ada fitur yang menarik dari market place ini. Promonya pun tak segencar market place lain seperti tokopedia, bukalapak, dan lazada. Bahkan dengan mataharimall yang diluncurkan setelah blanja.com pun kalah tenar.

blanja

Sudah saatnya TELKOM bangkit dan mereformasi diri. Sebagai perusahaan telekomunikasi terbesar di Indonesia dan satu-satunya BUMN di bidang telekomunikasi, TELKOM adalah satu-satunya harapan bangsa. Jangan lengah dengan kemapanan.

This entry was posted in Review. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s