Kejanggalan Proyek Kereta Cepat Jakarta – Bandung


Awalnya proyek kereta cepat yang didengungkan oleh pemerintahan Jokowi ini terlihat menggembirakan, namun semakin ke sini banyak tercium kejanggalan. Apa saja? Mari disimak.

1. Dikelola oleh China
Inilah kejanggalan pertama. Apakah pemerintah tidak belajar dari proyek pengadaan bus TransJakarta yang bus-nya mengambil dari China? Bahkan belum genap 5 tahun, banyak bus yang sudah tidak laik jalan. Kini Pemerintah seperti menafikkan fakta kualitas produk buatan China.

transjakarta

2. Barang China tapi Lebih Mahal?
Kenapa orang beli barang buatan China? Ada nggak yang beli barang buatan China dengan alasan “mahal nggak apa-apa asalkan kualitas bagus”? Mungkin itu maksudnya alasan kenapa beli barang buatan Japan. Kalau beli barang China mah alasannya pasti karena harganya lebih murah. Beli AC Changhong 1jt yang tahan 5 tahun atau AC Panasonic 2jt yang tahan 15 tahun?

made

Nah, Indonesia bekerja sama dengan China untuk membangun kereta cepat dengan perhitungan biaya yang lebih mahal ketimbang Japan. Masuk akal nggak? Saya baru dengar sebuah tender proyek dengan kualitas yang sama (bahkan mungkin lebih baik Japan) dimenangkan oleh yang harganya lebih mahal. Kalau nggak ada udang di balik batu, mau ngeles apalagi? Awalnya saya berpikir bahwa pemerintah menunjuk China karena harganya yang lebih murah, tapi ternyata dugaan saya salah. Japan lebih murah dibandingkan dengan China. Bakayarou kuso jiji!

3. Jurusan Jakarta-Bandung, Urgensinya Apa?
Membangun kereta cepat Jakarta-Bandung, urgensinya apa? Jalur tol sudah ada, bisa menggunakan kendaraan pribadi atau travel dengan biaya tak sampai 100rb. Jalur kereta biasa juga sudah ada dan memakan waktu yang hampir sama, 3-4 jam dengan biaya yang relatif murah. Lantas untuk apalagi membangun kereta cepat Jakarta-Bandung? Apakah akan ada orang yang menggunakan jasa transportasi ini?

Kalau saja rute yang ditawarkan adalah Jakarta-Surabaya mungkin lebih masuk akal. Pesawat yang mengambil rute Jakarta-Surabaya sangat banyak, hampir setiap jam ada satu pesawat yang melayani rute Jakarta-Surabaya hingga bandara Soekarno-Hatta pun sempat kewalahan mengatur trafik udara dan akhirnya membuka kembali bandara Halim Perdana Kusuma untuk umum.

Kereta biasa ditempuh lebih kurang 10 jam perjalanan dengan biaya yang untuk kelas eksekutif hampir sama dengan harga pesawat kelas ekonomi. Bus juga tak kalah lama bahkan hampir seharian untuk menempuh Jakarta-Surabaya.

Jadi sudah sangat wajar seandainya proyek kereta cepat ini mengambil rute Jakarta-Surabaya. Tak hanya dipakai untuk migrasi dari Jakarta ke Surabaya, namun kereta cepat ini juga akan mampu mengakomodasi perjalanan dari Jakarta ke Jawa Tengah atau Jogjakarta. Proyek ini akan lebih bernilai jual jika dibandingkan dengan rute Jakarta-Bandung.

SEMOGA NEGARA INI TIDAK MENJADI BANCAKAN ORANG-ORANG YANG HANYA MEMIKIRKAN DIRINYA SENDIRI.

This entry was posted in Review. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s