Membuat Cloud Storage Sendiri; Pengganti Dropbox, Google Drive, ataupun One Drive


こんにちは、みんなさん。久しぶり。
Halo teman-teman semua, lama tidak jumpa ya. Ini tulisan pertama saya di tahun 2017 ini. Sudah cukup lama ya ndak nulis di sini, terakhir tahun lalu di bulan Desember.

Hari ini saya akan membuat tutorial super gampang yaitu membuat cloud storage sendiri yang bisa langsung sync dari PC atau smartphone kamu secara GRATIS TIS TIS. Pasti banyak yang suka kalau gratisan macam gini. Ya siapa sih yang sekarang orang yang nggak konek internet? Rasa-rasanya dunia ini hampa tanpa koneksi internet. Semuanya serba online, mulai dari dengerin musik, nonton film, belanja, sampai nyimpen data juga harus online.

Sebelumnya saya pernah mengulas 5 Cloud Storage yang Mungkin Perlu Anda Coba. Dari 5 penyedia cloud storage gratis itu, saya paling suka dengan Dropbox dan Mega. Dropbox memiliki keunggulan di aplikasi Desktop Client yang proses sinkronisasinya yang lebih reliable dibandingkan dengan yang lain. Walaupun koneksi tidak stabil, data di local storage akan aman. Berbeda dengan Google Drive, beberapa kali saya kehilangan data karena aplikasi Desktop Client gagal melakukan sinkronisasi dari local storage ke online storage. Di Google Drive, index data mengacu ke online storage, sehingga ketika data di copy ke direktori local storage dan apps client gagal mengirim index di local storage maka ketika apps client sukses terkoneksi, cloud storage menganggap di direktori tersebut tidak ada data sehingga apa yang ada di direktori tersebut akan dihapus. Alhasil, data yang saya copy tadi akan menghilang.

Sedangkan Mega memiliki keunggulan free storage yang cukup besar. Sementara cloud storage mainstream menawarkan 5GB s.d. 15 GB free storage, Mega berani menawarkan 50GB free storage ketika pertama kali registrasi. Perlu kamu ketahui, Mega cloud storage ini bukan kepunyaan Megawati Soekarno Putri, walaupun produk ini memiliki dominan warna merah.

Sayangnya, aplikasi Desktop Client Mega tidak bisa sync di jaringan internet kantor. Jadi agak susah juga untuk memakai cloud storage Mega. Sementara cloud storage Dropbox walaupun menawarkan reliability data yang sangat bagus tapi sayangnya Dropbox hanya menawarkan free 5GB, ya walaupun masih bisa di-upgrade secara gratis dengan cara invite user baru.

Berawal dari problem itu, saya mencoba mencari-cari alternative cloud storage pengganti. Muncul beberapa penyedia seperti Amazon (sayangnya berbayar), One Drive (free storage dipangkas dari 15GB menjadi 5GB), Box (kurang menarik), dan beberapa aplikasi cloud storage lain yang kurang familiar. Dengan beberapa pertimbangan security, saya mencoba mencari beberapa engine cloud storage yang bisa ditanam di server sendiri. Dari hasil pencarian, muncul 2 nama besar penyedia engine cloud storage open source yang bisa ditanam di mesin sendiri.

OwnCloud
Operating system: Cross-platform (written in PHP & JavaScript) – MS-Windows/Linux private server
Desktop clients: Yes (Windows/Mac OS X/Linux)
Mobile clients: Yes (Android/Apple iOS)
Type: File cloud storage and data synchronization
Paid support: Yes via Enterprise Edition
Licence: AGPLv3

SeaFile
Operating system: Cross-platform (written in C and Python) – MS-Windows/Raspberry Pi/Linux private server
Desktop clients: Yes (Windows/Mac OS X/Linux)
Mobile clients: Yes (Android/iPad/iPhone)
Type: File cloud storage and data synchronization
Paid support: Yes via Professional Edition
Licence: GPLv3 (Community Edition)

Minimum Requirement

Memory

Memory requirements untuk menjalankan ownCloud server bergantung pada jumlah user, files, dan aktivitas server. OwnCloud membutuhkan minimum 128MB RAM, recommend minimum 512MB.

Recommended Setup for Running ownCloud

For best performance, stability, support, and full functionality we recommend:

  • Ubuntu 16.04
  • MySQL/MariaDB
  • PHP 5.4 +
  • Apache 2.4 with mod_php

Supported Platforms

  • Server: Linux (Debian 7, SUSE Linux Enterprise Server 11 SP3 & 12, Red Hat Enterprise Linux/Centos 6.5 and 7 (7 is 64-bit only), Ubuntu 12.04 LTS, 14.04 LTS, 14.10)
  • Web server: Apache 2 with mod_php
  • Databases: MySQL/MariaDB 5.5+; Oracle 11g (ownCloud Enterprise edition only); PostgreSQL
  • PHP 5.4 + required
  • Hypervisors: Hyper-V, VMware ESX, Xen, KVM
  • Desktop: Windows XP SP3 (EoL Q2 2015), Windows 7+, Mac OS X 10.7+ (64-bit only), Linux (CentOS 6.5, 7 (7 is 64-bit only), Ubuntu 12.04 LTS, 14.04 LTS, 14.10, Fedora 20, 21, openSUSE 12.3, 13, Debian 7 & 8).
  • Mobile apps: iOS 7+, Android 4+
  • Web browser: IE9+ (except Compatibility Mode), Firefox 14+, Chrome 18+, Safari 5+

Installation

Proses instalasinya sangat gampang sekali. Saya anggap semua sudah terinstall dependensi paket di server seperti zip, python, php, apache, dan mysql.

Pertama, download source dari OwnCloud di sini.

cd /var/www/html #masuk ke direktori file hosting apache
wget "https://download.owncloud.org/community/owncloud-9.1.4.zip" #download source
unzip owncloud-9.1.4.zip #extract code

Kedua, proses instalasi Owncloud.
– Buat database untuk OwnCloud atau bisa juga menggunakan existing database
– Masuk ke browser dan akses ke direktori owncloud. Dalam hal ini saya akses ke http://192.168.0.102/owncloud
– Masukkan konfigurasi server kamu. Untuk data folder, sebaiknya diarahkan ke lokasi yang tidak bisa diakses oleh apache server misalkan di /home/user atau di /data/

Proses instalasi server sudah selesai sampai di sini. Kamu juga bisa melakukan perubahan konfigurasi seperti menambah user melalui web admin.

Proses selanjutnya adalah instalasi Desktop Client. Owncloud menyediakan Desktop Client untuk Windows, Linux dari Distro populer seperti Ubuntu, Debian CentOS, RedHat, OpenSUSE, Fedora dan juga MacOS. Selain Dekstop Client, OwnCloud juga menyediakan Mobile Client di platform Android, iOS, dan juga Blackberry. Info lengkap di sini

Instalasi Desktop Client sangat mudah. Yang perlu anda masukkan dalam konfigurasi hanyalah URL server, username, dan password. Setelah konfigurasi client selesai, apps client akan langsung melakukan sinkronisasi file ke server sesuai pilihan kamu (client first atau server first).

Mudah banget kan. Mengenai performance, saya akan membahasnya di kesempatan yang lain. Saya juga akan membahas engine cloud storage yang lain seperti SeaFile dan Pydio. Semoga tulisan ini bermanfaat.

This entry was posted in Dunia Elektro. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.