“Ringkih”-nya Lenovo Thinkpad X250


Thinkpad sebenarnya bukan nama baru di dunia laptop khususnya untuk segment profesional corporate. Laptop jebolan IBM yang kini diakuisisi oleh Lenovo ini terkenal tahan banting. Namun siapa sangka jika generasi terbaru Thinkpad tak setegar generasi pendahulunya.

Adalah Lenovo Thinkpad X250 yang memiliki spesifikasi yang tak terlalu mewah sebenarnya. Untuk CPU dibekali prosesor Intel mulai dari Core i3 sampai dengan i7. Kebetulan, yang saya punya adalah seri Core i5 5200U. Spesifikasi lengkapnya bisa dilihat di bawah.

Prosesor : Intel® Core™ i5-5200U Processor (3M Cache, Up to 2.70 GHz)
Graphic : Intel® HD Graphics 5500
Memory : 8GB (1 DIMM), DDR3L-1600 PC3-12800 1600 MHz (1 slot)
Display : 12.5″ HD IPS (1366 x 768)
Dimensions (WxDxH) : 12.03″ x 8.21″ x 0.8″ (305.5 mm x 208.5 mm x 20.3 mm)
Weight : Starting at 1.31 kg (2.88 lbs)
Webcam : 720p Camera
Storage : 500GB Hard Disk Drive, 7200 rpm (available M2 SSD Slot, can be replaced with WWAN)
Audio : Combo Headphone / Microphone port, Stereo Speakers
Battery : Up to 20 hours MM12 (95Wh)

Walaupun memiliki spesifikasi yang tak terlalu mentereng, tapi harganya jauh di atas laptop dengan spesifikasi yang sama. Laptop ini bisa dibeli di harga sekitar 20jt, bahkan untuk kelas korporasi dengan technical support selama 3 tahun bisa menjadi 25jt lebih.

Dari sisi kelebihan apa ya? Standar sih sepertinya. Keyboard tidak ada yang istimewa. Fingerprint sudah jadi hal yang wajar. Port USB 3.0 ada 2. Oya, dalam kondisi power off, laptop ini bisa melakukan charging ke smartphone. Mirip powerbank dalam bentuk laptop. Dari sisi baterai, sebenarnya ada internal baterai dan external baterai. Tapi untuk versi yang saya pakai tidak dibenamkan internal baterai.

Kalau kekurangannya, tidak ada port HDMI. Adanya port mini DP dan HDMI. Agak ribet kalau harus presentasi ke TV yang sekarang sudah banyak memakai HDMI. Harus memakai kabel VGA atau memakai converter dari mini DP ke HDMI. Mainboardnya cukup ringkih.

Beberapa teman saya dan saya sendiri mengalami kejadian yang sama, RAM sering “lepas” dari soket ketika laptop diangkat. Bukan lepas benar-benar lepas, tapi semacam bergeser dari soketnya, jadi seolah-olah ada beberapa pin yang tidak terkoneksi jadi kayak RAMnya lepas dari soketnya. Hasilnya ketika laptop diangkat, laptop langsung ngehang. Hal ini tidak akan kejadian kalau laptop tetap di atas meja ketika menyala.

Tapi ya namanya laptop kan memang dipakai untuk mobilitas tinggi. Jadi kejadian semacam ini pasti akan sangat mengganggu. Ganti RAM juga tidak menyelesaikan masalah. Alhasil, kata teknisinya harus ganti soket RAM. Saya juga tidak tahu pasti, apakah soketnya bisa bongkar pasang dari mainboardnya.

Kalau saya boleh membandingkan dengan laptop HP seri Probook 4340 yang memang untuk segmen korporasi, laptop HP jauh lebih tahan banting. Saya pakai 3 tahun, setidaknya baterainya masih cukup awet. Enaknya Thinkpad, laptopnya lebih kecil dan ringan. Tapi agak gak enak juga ketika harus menyesuaikan layout keyboard yang biasanya tombol Ctrl dan Fn yang lokasinya jadi berkebalikan. Selain itu, tidak adanya tombol service context juga agak mengganggu ketika harus edit data tanpa mouse.

This entry was posted in Ulasan. Bookmark the permalink.

1 Response to “Ringkih”-nya Lenovo Thinkpad X250

  1. akizoraini says:

    dan pinggiran2 nya yang suka cuil secara ajaib hehehe

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.